Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Dua Indeks Syariah Melemah Bersamaan Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini.
Dream - Kinerja saham perusahaan telekomunikasi pelat merah, TLKM, membuat bursa saham syariah berguguran. Tekanan jual pada saham bluechips syariah itu membuat dua indeks acuan saham syariah ini ditutup melemah.
Pelaku pasar juga kebingungan dengan beragam sinyal yang muncul ke lantai pasar. Bursa regional sore ini mengalami tekanan namun saham-saham sektor pertambangan justru bergerak menguat.
Pada penutupan perdagangan harian, Bursa Efek Indonesia, Rabu, 11 Oktober 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok sampai 1,048 poin (0,57%) ke level 183,162 poin.
Indeks acuan saham syariah ini sudah melemah sejak sesi pembukaan usai turun ke level 184,565. Meski tertekan, ISSI sempat terangkat naik di level 184,666, tapi tak berlangsung lama.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) justru bernasib lebih buruk. Sepanjang perdagangan, JII mendekam di zona merah. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini merosot 6,508 poin (0,88%) ke level 729,557.
Maraknya aksi jual beli saham TLKM membuat transaksi perdagangan saham syariah di pertengahan pekan ini mengalami kenaikan. Meski hanya 50,07 juta saham yang berpindah tangan, nilai transaksi keuangan syariah naik sampai Rp4,7 triliun.
Saham di sektor infrastruktur mengalami terkoreksi tajam usai anjlok 1,62 persen, diikuti oleh barang konsumsi 0,85 persen, dan manufaktur 0,51 persen.
Sementara tiga indeks sektoral yang menguat, masing-masing industri aneka 0,43 persen, pertambangan 0,38 persen, dan keuangan 0,09 persen tak kuat menahan tekanan jual.
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer adalah PTBA yang harganya naik Rp425, AKRA Rp200, ASII Rp50, INCO Rp50, dan ICBP Rp25 per saham.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah UNVR yang harga sahamnya melorot Rp450, LPPF Rp300, SMGR Rp200, TPIA Rp175, dan EXCL Rp170.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis sebesar 3 poin (0,02%) ke level Rp13.509 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya