Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Aksi jual investor jelang investor jelang penutupan perdagangan memangkas laju kenaikan indeks saham syariah. Alhasil, indeks ISSI dan JII hanya mampu naik tipis.
Bursa saham Indonesia bisa bernapas setelah pemodal asing justru berbalik menggelar aksi beli.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,260 poin (0,18%) ke level 145,497.
Kembalinya aksi beli juga mendorong indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), ke zona hijau. Dibuka melemah, indeks JII ditutup menguat 0,725 poin (0,12%) ke level 612,836.
Sebanyak 99 emiten syariah, 17 diantaranya saham unggulan syariah, menutup perdagangan di zona hijau. Sebaliknya, 75 emiten bergerak melemah dan 55 lainnya bertahan stagnan.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,61 triliun.
Saham bluechips syariah yang jadi buruan sekaligus menghuni daftar top gainer hari ini adalah INTP yang naik Rp 600 per saham. Disusul UNVR Rp 400, AALI Rp 375, UNTR Rp 350, dan PTPP Rp 110 per saham.
Sebaliknya, saham induk kelompok Astra, ASSI justru tertekan aksi jual yang melemah Rp 150 per saham. Top losser lainnya INDF yang turun Rp 75, LPPF Rp 50, SMGR Rp 50, dan LSIP Rp 30 per saham.
Didorong emiten pertambangan dan barang konsumsi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berhasil ditutup menguat. IHSG naik 15,980 poin (0,35%) ke level 4.585,824.
Pelaku pasar menggelontorkan dana hingga Rp 5,19 triliun sepanjang perdagangan hari ini. Dengan posisi asing mencetak nett buy Rp 54 miliar.
Dari pasar keuangan, rupiah justru terus bergerak melemah. Sore ini, rupiah turun 168 poin (1,24%) menjadi 13.678 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya