Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Setelah menghabiskan waktu dengan tumpukan pekerjaan, tidak ada salahnya sekarang mengambil waktu libur bersama keluarga. Dengan berpergian bersama keluarga, selain mempererat tali silaturahmi bisa berdampak positif untuk kesehatan.
Seperti dikutip Health, Jumat 26 Desember 2014, berpergian saat liburan memiliki banyak manfaat, yaitu:
1. Menghilangkan Stress
Studi menunjukan berpergian saat libur dapat membantu mengurangi hormon stress dan bahkan dapat meningkatkan tekanan darah. Membuat tubuh merasa awet muda dan dapat meningkatkan sistem imun pada tubuh.
2. Baik Untuk Hati
Studi menunjukkan bahwa jantung dan hati membutuhkan liburan juga, Framingham Heart Study menunjukkan bahwa perempuan yang mengambil setidaknya delapan kali berpergian saat liburan dalam dua tahun sekali makan dapat menutunkan risiko jantung koroner.Sebanyak 32 persen orang lebih dulu meninggal akibat jantung koroner daripada orang yang melakukan kegiatan wisata.
3. Kedekatan Keluarga
Profesor Manajemen Perhotelan da Pariwisata di Purdue University, Xinran Lehto dan peneliti Purdue lain telah melaporkan tentang dampak positif dari berlibur terhadap keluarga.
Kedekatan dan ikatan hubungan baik antar keluarga dapat terjalin sepulang dari berpergian saat liburan.
4. Bijak Mengambil Keputusan
Liburan dapat menjadi waktu istirahat yang dapat menyegarkan pikiran.Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health. Setelah beberapa hari bebas dari stres sehari-hari, memungkinkan untuk seseorang dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana di tempat kerja (bukan keputusan sekejap reaktif).
5. Membuat Lebih Bahagia
Perempuan yang memilih berpergian saat liburan (satu atau dua kali dalam satu tahun) kemungkinan untuk terkena depresi lebih rendah daripada yang tidak melakukan kegiatan wisata, hal ini menurut studi di Wisconsin.
Menurut penelitian di Belanda, setelah liburan maka akan merasakan dampak positif menjadi lebih baik dan bahagia.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
