Pria Enggan Periksakan Kanker Prostat (shutterstock.com)
Dream - Kanker prostat merupakan penyakit non-kulit paling umum yang menyerang pria. Konsep 'kejantanan' mengakibatkan pria lebih rentan terserang kanker dibandingkan wanita. Dengan tingkat prevalensi tinggi, masih banyak yang enggan pergi ke dokter.
Kanker prostat merupakan kanker nomor tiga terbanyak di Indonesia setelah kanker paru-paru dan dubur. Di 100.000 populasi, ditemukan 15 kasus kanker prostat. Angka ini terus meningkat seiring dengan kesalahan persepsi pria.
Sebagian besar pria merasa perlu untuk unjuk kejantanan. Mereka cenderung mengadopsi gaya hidup tidak sehat dan menghiraukan tanda-tanda masalah kesehatan. Banyak dari mereka yang merasa tangguh.
" Waktu adalah kunci dalam perawatan kanker, tetapi kami justru sering mendapati pasein pria yang menunda memeriksakan diri ke dokter hingga kanker mereka telah mencapai tahap lanjut," tutur Richard Quek, Senior Consultant Medical Oncology Parkway Cancer Center (PCC) Singapore, di Jakarta, Kamis 31 Januari 2019.
Pada umumnya pasien mengalami gejala seperti letih berkelanjutan dan gangguan kemih. Mereka menganggapnya sebagai penyakit ringan. Padahal Richard menegaskan keduanya dapat menjadi pertanda awal kanker prostat.
© Dream
Poh Beow Kiong, ahli urologi dari PCC Singapore, menyebutkan bahwa usia berperan penting terhadap kanker prostat.
" Dari 100 laki-laki berusia 70 tahun, kemungkinan akan ditemukan 60-80 persen peluang ditemukannya sel kanker pada individu yang tampak sehat," kata Poh.
© Dream
Beberapa faktor lain seperti genetik, obesitas, konsumsi rokok serta orang berkulit putih juga dapat memperbesar risiko kanker. Selain itu, banyak pria merasa takut akan kehilangan penisnya.
" Padahal tidak semua kanker prostat sifatnya ganas. Pertumbuhannya sangat lambat, yakni selama 10 tahun. Jenis yang jinak dapat dimonitor agar tidak berubah menjadi ganas dengan melakukan pengecekan setiap 6 bulan ke dokter spesialis onkologi," kata dia.
Advertisement
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres

Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri