(Foto: Livestorong)
Dream - Ketika mengalami perut kembung, banyak orang yang menyangka jika sedang mengalami gejala masuk angin. Jangan buru-buru minum obat. Tidak semua perut kembung berkaitan dengan penyakit berbahaya.
Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan yang sering kita lakukan menjadi penyebab perut kembung. Diantaranya adalah cara makan yang tidak tepat, sehingga menyebabkan perut terasa penuh dengan gas.
Menyingkirkan kebiasaan tidak sehat, adalah metoterbaik untuk mencegah perut menjadi begah. Dilansir dari Boldsky, berikut beberapa kebiasan yang harus segera kamu tinggalkan.
1. Tidak mengunyah dengan benar
Makanan yang tidak tercerna dengan baik adalah penyebab pembentukan gas usus. Gluten atau intoleransi laktosa dapat menyebabkan menyebabkan makanan sulit dicerna, sehingga memicu terjadinya ketidaknyamanan di dalam perut. Saat perut tidak mengandung bakteri usus halus, maka akan menyebabkan ketidakseimbangan yang membahayakan kesehatan perut.
2. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak
Pencernaan yang tidak benar dapat memicu refluks asam, yaitu kondisi ketika asam lambung muncul melalui kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar pada hati. Hal ini biasanya dapat terjadi saat berlebihan mengonsumsi makanan berlemak. Sebuah penelitian membuktikan bahwa asam lemak tinggal di usus karena sulit dicerna. Hal itu menyebabkan penumpukan gas di dalam usus. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari makanan berlemak serta makanan yang mengandung serat tinggi.
3. Terlalu sering menyikat gigi
Menggosok gigi hanya disarankan dilakukan dua kali sehari. Menggosok gigi setelah makan hanya akan menyebabkan pembentukan gas, sehingga menyebabkan perut kembung. Selain itu, hindari pula mengonsumsi terlalu banyak soda dan makanan manis.
(Sah)
Advertisement

9 Kebiasaan dalam Hubungan yang Sering Dikira Toxic, Padahal Bisa Berdampak Positif

Cara Mengurangi Kebiasaan Ngiler Saat Tidur: 6 Langkah yang Bisa Dicoba

Menerka Alasan Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar di Tengah Kasus Suap HGB

Pemanasan Global Memutus Hubungan Iklim 400 Tahun antara Samudra Hindia dan Pasifik

JK Bicara Teknologi AI: 'Kebutuhan Mendasar dalam Kehidupan Masa Depan'

