Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Shutterstock)
Dream - Kanker menjadi momok yang dihadapi manusia. Penyakit berat ini relatif sulit disembuhkan dan kerap berujung pada kematian.
Tetapi, ilmuwan University of Glasgow, Skotlandia, mengklaim telah menemukan cara baru pengobatan kanker. Cara baru itu diklaim efektif menghilangkan kanker.
Dilaporkan Foxnews, pengobatan yang disebut dengan Caspase Independent Cell Death (CICD) ini juga bisa mengurangi efek samping dan mencegah kanker muncul kembali. Bahkan cara diklaim jauh lebih baik daripada teknik yang banyak digunakan sekarang ini.
Sayangnya, pengobatan ini masih dalam taraf percobaan melalui eksperimen model.

Dalam percobaan tersebut, CICD secara efektif bisa menghilangkan tumor. Sky News melaporkan tidak seperti kemoterapi, radiasi dan imunoterapi yang menggunakan teknik apoptosis untuk membunuh sel kanker, CICD terbukti bisa mengurangi efek samping.
"CICD mungkin cara yang lebih efektif untuk mengobati kanker," kata Dr. Stephen Tait, yang memimpin penelitian di University of Glasgow.
"Intinya, mekanisme ini berpotensi meningkatkan efektivitas terapi anti-kanker secara dramatis dan mengurangi toksisitas yang tidak diinginkan," kata Tait.

"Dengan mempertimbangkan temuan ini, kami mengusulkan agar menggunakan CICD sebagai alat terapi anti-kanker," tambahnya.
Para ilmuwan menggunakan sel kanker kolorektal dalam uji coba mereka. Pengobatan tersebut mungkin efektif pada jenis kanker lainnya.
"Penelitian baru ini menunjukkan bahwa kemungkinan ada cara yang lebih baik untuk membunuh sel kanker. Sebagai bonus cara ini juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh," kata juru bicara penelitian, Dr. Justine Alford.
Metode baru ini mampu meningtkan sistem kekebalan tubuh. Hal itu membantu membunuh sel tumor yang tidak terdeteksi pada putaran awal pengobatan.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

