Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Benda Berlapis Tembaga Bisa Bunuh Virus Corona, Ini Penjelasan Ahli

Reporter : Sugiono
Selasa, 2 Juni 2020 17:46
Benda Berlapis Tembaga Bisa Bunuh Virus Corona, Ini Penjelasan Ahli
Muatan listri dalam tembaga bisa membunuh DNA virus corona hingga mati selamanya.

Dream - Virus corona dari jenis SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 termasuk salah satu jenis virus yang mudah menular.

Orang bisa tertular melalui sentuhan pada mata, hidung, dan mulut setelah menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus corona.

Permukaan benda bisa terkontaminasi jika ada pasien Covid-19 menutup batuk dan bersin mereka dengan tangan, kemudian menyentuh benda tersebut.

Penelitian sebelumnya menunjukkan virus corona bisa bertahan hidup di permukaan besi, baja dan plastik selama tiga hari.

1 dari 3 halaman

Tembaga Bisa Membunuh Virus Corona

Namun menurut William Keevil, ahli mikrobiologi di University of Southampton, virus corona akan mati dalam beberapa jam jika menempel di permukaan benda yang dilapisi tembaga.

Keevil mengatakan Inggris termasuk salah satu negara yang lambat dalam mengadopsi penggunaan tembaga di fasilitas umum.

Karena itu Keevil menyarankan agar gagang pintu, pegangan tangga, troli belanja, pegangan tangan di transportasi publik hingga alat olahraga di pusat kebugaran dilapisi tembaga.

2 dari 3 halaman

Cara Tembaga Membunuh Virus Corona

Keevil kemudian menjelaskan bagaimana tembaga bisa membunuh virus corona dengan cepat dan efisien.

Ketika virus corona mendarat di tembaga, ion metal, yaitu atom bermuatan listrik, dari metal tersebut akan menyerang membran lipid pelindung virus.

Tembaga kemudian menyerang sel virus corona, dan menghancurkan DNA-nya. Dengan kata lain, tembaga mampu membunuh virus corona di tempat seketika.

Profesor William Keevil adalah seorang ahli mikrobiologi yang telah mempelajari efek antimikroba dari tembaga selama lebih dari 20 tahun.

3 dari 3 halaman

Teruji di Rumah Sakit di AS

Penelitian Keevil sudah dibuktikan dalam sebuah studi di Amerika Serikat pada November 2019 lalu.

Di dalam studi itu ditemukan bahwa tempat tidur rumah sakit yang dilapisi tembaga di unit gawat darurat mengandung 95% lebih sedikit bakteri daripada tempat tidur konvensional.

" Temuan menunjukkan bahwa lapisan antimikroba pada tembaga dapat membantu praktisi pengendali infeksi dalam upaya menjaga permukaan peralatan kesehatan tetap higienis," tulis studi yang dilakukan oleh Medical University di South Carolina itu.

Hasil serupa diperoleh dari tes yang mereka lakukan pada virus corona yang menyebabkan wabah SARS pada tahun 2003.

Sumber: DailyMail

Beri Komentar