Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pernahkan terbayang jatuh cinta pada pandangan pertama, kemudian bahagia selamanya? Apalagi bila si pasangan itu kaya raya, menawan, juga ditambah banyak hal yang penuh kebaikan.
Fenomena itu biasa disebut cinta pada pandangan pertama. Jika dipercaya secara berlebihan, justru akan membawa dampak kekecewaan mendalam karena dalam psikologi, cinta pada pandangan pertama rupanya suatu kemustahilan.
Sebuah studi yang dilakukan di University of Groningen mengambil tema cinta pada pandangan pertama. Hasil studi itu justru mengungkapkan, fenomena itu bentuk dari nafsu semata.
Studi dilakukan pada 396 partisipan, 60 persen di antaranya adalah wanita. Kebanyakan dari partisipan itu ialah heteroseksual dan hampir semua partisipan merupakan anak muda yang berasal dari Belanda dan Jerman.
Para pasrtisipan itu diminta mengisi survei online terkait kisah asmaranya saat ini, sebelum diperlihatkan foto-foto orang asing dan diminta memberikan rangking berdasarkan ketertarikan mereka terhadap orang asing itu. Apakah cinta, keintiman, gairah, komitmen, dan keinginan berhubungan seksual.
Mereka juga ditanya apakah merasakan sensasi 'cinta pada pandangan pertama' dengan orang asing tersebut. Hasilnya, 32 partisipan, didominasi oleh pria, menyatakan mengalami cinta pada pandangan pertama. Hal itu dikarenakan orang asing tersebut memiliki fisik yang sangat atraktif.
Sayangnya, dari studi tersebut, diketahui tak ada partisipan yang berhasil pertemuan pertamanya. Ini karena tak memiliki motif yang sama.
" Kesimpulannya, penemuan ini membuktikan itu cinta pada pandangan pertama bukanlah cinta yang sebenarnya," tulis kesimpulan studi tersebut.
Cinta pada pandangan pertama, menurut studi ini, hanyalah ketrtarikan yang kuat secara seksual. Orang-orang yang mengatakan jatuh cinta pada pandangan pertama disinyalir memiliki tingkat gairah yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak berkata demikian.
Baru-baru ini, Pangeran Harry membuat publik heboh dengan terang-terangan menyatakan telah jatuh cinta pada tunangannya, Meghan Markle, sejak pandangan pertama. Semoga saja yang dirasakan Pangeran Harry terhadap tunangannya itu memang benar-benar cinta.
(ism, Sumber: metro.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam