Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras mengenai penggunaan obat ivermectin untuk mengobati pasien Covid-19. Hal ini diungkapkan melakukan akun Twitter resmi FDA pada Sabtu, 21 Agustus 2021.
Ivermectin merupakan obat anti-parasit untuk hewan ternak yang telah digunakan sebagian orang untuk pengobatan Covid-19.
" Kalian bukan kuda, kalian bukan sapi. Ini serius untuk kalian semua. Hentikan!," tulis unggahan akun FDA.
You are not a horse. You are not a cow. Seriously, y'all. Stop it. https://t.co/TWb75xYEY4
— U.S. FDA (@US_FDA)August 21, 2021
Dilansir The Straits Times, Senin 23 Agustus 2021, FDA mengeluarkan reaksi keras setelah mendengar kejadian mengerikan di Mississipi, negara bagias AS dengan dampak pandemi Covid-19 terburuk di negara tersebut. Diketahui, wilayah tersebut memiliki wabah per kapita tertinggi dengan tingkat vaksinasi terendah.
Menurut data yang dikeluarkan Bloomberg, hanya sekitar 45,1 persen orang yang menerima dosis pertama vaksin dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 60,5 persen.
Di negara bagian tersebut, muncul laporan peningkatan penggunaan ivermectin untuk mengobati atau mencegah penularan Covid-19. Padahal, obat ini digunakan untuk menangkal parasit pada hewan ternak.
Pada Jumat minggu lalu, departemen kesehatan Mississipi mengeluarkan laporan dari pusat racun bahwa 70 persen dari warga setempat membeli ivermectin di pusat-pusat pasokan ternak.
Thomas Dobbs, petugas kesehatan di negara bagian tersebut mengatakan, pada awal pekan ini, ada satu pasien yang harus dirawat inap lantaran memakai obat tersebut.
" Menurut saya ini benar-benar gila, jadi tolong jangan gunakan lagi obat itu," kata Dobbs dalam sebuah konferensi pers.
Dalam pernyataan departemen kesehatan, 85 persen warga yang mengkonsumsi ivermectin hanya memiliki gejala Covid-19 ringan.
Sebelumnya, National Institutes of Health mengatakan, tidak ada cukup data yang bisa merekomendasikan bahwa penggunaan ivermectin dapat menanggulangi pandemi.
Bahkan, melalui situs resmi FDA disebutkan bahwa obat tersebut bukanlan anti-virus.
FDA juga memberi peringatan, mengkonsumsi obat tersebut dalam dosis besar dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan serius. Hal ini lantaran ivermectin merupakan obat untuk penyebuhan akibat cacing parasit.
Sumber: The Straits Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya