Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

AS Minta Setop Penggunaan Ivermectin untuk Pasien Covid-19: Kalian Bukan Sapi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 24 Agustus 2021 09:36
AS Minta Setop Penggunaan Ivermectin untuk Pasien Covid-19: Kalian Bukan Sapi
Ivermectin merupakan obat anti-parasit untuk hewan ternak yang telah digunakan sebagian orang untuk pengobatan Covid-19.

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras mengenai penggunaan obat ivermectin untuk mengobati pasien Covid-19. Hal ini diungkapkan melakukan akun Twitter resmi FDA pada Sabtu, 21 Agustus 2021.

Ivermectin merupakan obat anti-parasit untuk hewan ternak yang telah digunakan sebagian orang untuk pengobatan Covid-19.

" Kalian bukan kuda, kalian bukan sapi. Ini serius untuk kalian semua. Hentikan!," tulis unggahan akun FDA.

1 dari 3 halaman

Kekacauan di Mississipi

Dilansir The Straits Times, Senin 23 Agustus 2021, FDA mengeluarkan reaksi keras setelah mendengar kejadian mengerikan di Mississipi, negara bagias AS dengan dampak pandemi Covid-19 terburuk di negara tersebut. Diketahui, wilayah tersebut memiliki wabah per kapita tertinggi dengan tingkat vaksinasi terendah.

Menurut data yang dikeluarkan Bloomberg, hanya sekitar 45,1 persen orang yang menerima dosis pertama vaksin dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 60,5 persen.

Di negara bagian tersebut, muncul laporan peningkatan penggunaan ivermectin untuk mengobati atau mencegah penularan Covid-19. Padahal, obat ini digunakan untuk menangkal parasit pada hewan ternak.

 

2 dari 3 halaman

Pasien Gejala Ringan Nekat Minum Ivermectin

Pada Jumat minggu lalu, departemen kesehatan Mississipi mengeluarkan laporan dari pusat racun bahwa 70 persen dari warga setempat membeli ivermectin di pusat-pusat pasokan ternak.

Thomas Dobbs, petugas kesehatan di negara bagian tersebut mengatakan, pada awal pekan ini, ada satu pasien yang harus dirawat inap lantaran memakai obat tersebut.

" Menurut saya ini benar-benar gila, jadi tolong jangan gunakan lagi obat itu," kata Dobbs dalam sebuah konferensi pers.

Dalam pernyataan departemen kesehatan, 85 persen warga yang mengkonsumsi ivermectin hanya memiliki gejala Covid-19 ringan.

3 dari 3 halaman

Sebelumnya, National Institutes of Health mengatakan, tidak ada cukup data yang bisa merekomendasikan bahwa penggunaan ivermectin dapat menanggulangi pandemi.

Bahkan, melalui situs resmi FDA disebutkan bahwa obat tersebut bukanlan anti-virus.

FDA juga memberi peringatan, mengkonsumsi obat tersebut dalam dosis besar dapat berbahaya dan menyebabkan kerusakan serius. Hal ini lantaran ivermectin merupakan obat untuk penyebuhan akibat cacing parasit.

Sumber: The Straits Times

Beri Komentar