Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perman, es krim dan sejumlah makanan manis bukan hanya disukai oleh anak-anak. Orang dewasa pun banyak yang menggemari makanan yang kerap disebut sebagai pembangkit mood.
Meski enak dilidah, namun sebaiknya batasi konsumsi makanan manis karena dapat membahayakan kesehatan gigi. Selain itu, banyak yang bilang konsumsi makanan manis berlebih berpotensi membuat seseorang menjadi mudah lupa. Benarkah hal itu?
Ternyata konsumsi makanan manis dan kemampuan seseorang untuk mengingat suatu hal memiliki hubungan erat. Sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menunjukkan mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi cenderung memiliki masalah dengan ingatan.
Riset yang dilakukan dengan melibatkan 141 partisipan berusia rata-rata 63 tahun ini bukan seorang penderita diabetes atau pra-diabetes. Makanan manis menjadikan bobot tubuh mereka berlebih (overweight) dan juga berpengaruh pada kemampuan merekam suatu hal dalam ingatan.
Dalam tes ini para responden diminta untuk mengingat daftar yang terdiri dari 15 kata setelah selama 30 menit sebelumnya diperdengarkan. Di saat yang bersamaan para responden juga melewati proses pemeriksaan kadar gula dalam darah dan scan otak untuk mengetahui seberapa besar jaringan hippocampus.
Secara mengejutkan para peneliti mendapati kadar gula darah yang tinggi mempengaruhi daya ingat. Mereka dengan kadar gula dalam darah rendah cenderung memiliki nilai tes yang lebih baik dalam mengingat. Sebaliknya, responden yang memiliki kadar gula darah tinggi hanya mendapat nilai yang rendah.
Dari hasil riset ini, Dr Agnes Floel menganjurkan mereka untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Mengapa demikian? Penurunan kognitif dan daya ingat diketahui juga akan kian menurun seiring dengan bertambahnya usia. Di samping tetap menjaga frekuensi aktivitas fisik.
(Dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya