Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Makanan Manis Penyebab `Pikun`?

Reporter : Ervina
Selasa, 19 Agustus 2014 08:01
Makanan Manis Penyebab `Pikun`?
Selain menjadi penyebab diabetes, mengkonsumsi makanan manis kabarnya menjadi salah satu penyebab seseorang mudah lupa atau pikun. Benarkah demikian?

Dream - Perman, es krim dan sejumlah makanan manis bukan hanya disukai oleh anak-anak. Orang dewasa pun banyak yang menggemari makanan yang kerap disebut sebagai pembangkit mood.

Meski enak dilidah, namun sebaiknya batasi konsumsi makanan manis karena dapat membahayakan kesehatan gigi. Selain itu, banyak yang bilang konsumsi makanan manis berlebih berpotensi membuat seseorang menjadi mudah lupa. Benarkah hal itu?

Ternyata konsumsi makanan manis dan kemampuan seseorang untuk mengingat suatu hal memiliki hubungan erat. Sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menunjukkan mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi cenderung memiliki masalah dengan ingatan.

Riset yang dilakukan dengan melibatkan 141 partisipan berusia rata-rata 63 tahun ini bukan seorang penderita diabetes atau pra-diabetes. Makanan manis menjadikan bobot tubuh mereka berlebih (overweight) dan juga berpengaruh pada kemampuan merekam suatu hal dalam ingatan.

Dalam tes ini para responden diminta untuk mengingat daftar yang terdiri dari 15 kata setelah selama 30 menit sebelumnya diperdengarkan. Di saat yang bersamaan para responden juga melewati proses pemeriksaan kadar gula dalam darah dan scan otak untuk mengetahui seberapa besar jaringan hippocampus.

Secara mengejutkan para peneliti mendapati kadar gula darah yang tinggi mempengaruhi daya ingat. Mereka dengan kadar gula dalam darah rendah cenderung memiliki nilai tes yang lebih baik dalam mengingat. Sebaliknya, responden yang memiliki kadar gula darah tinggi hanya mendapat nilai yang rendah.

Dari hasil riset ini, Dr Agnes Floel menganjurkan mereka untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Mengapa demikian? Penurunan kognitif dan daya ingat diketahui juga akan kian menurun seiring dengan bertambahnya usia. Di samping tetap menjaga frekuensi aktivitas fisik.

(Dari berbagai sumber)

Beri Komentar