Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream - Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, sejumlah negara di memulai program vaksinasi. Vaksin yang digunakan pun beragam, mulai dari Pfizer-BioNTech, Sinopharm, hingga Sputnik V.
Penyuntikan vaksin ini diklaim punya sejumlah manfaat. Selain terlindung dari infeksi virus, vaksin corona juga dapat membantu mencegah seseorang menyebarkan Covid-19 ke orang lain.
Meski begitu, penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Seperti penerapan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Berikut beberapa negara yang telah memulai program vaksinasi corona:
Inggris jadi negara pertama yang memulai program vaksinasi corona dengan menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech. Program vaksinasi corona dimulai pada 8 Desember 2020 dan diberikan kepada seorang nenek 90 tahun bernama Margaret Keenan.
Vaksin corona pertama kali disuntikan di Uni Emirat Arab pada 14 Desember 2020 kepada warga yang tinggal di Ibu Kota Abu Dhabi. Jenis vaksin corona yang digunakan dalam program vaksinasi di UEA di antaranya Pfizer-BioNTech dan Sinopharm.
Jenis vaksin yang digunakan di Amerika Serikat adalah Pfizer-BioNTech. AS memulai program vaksinasi dengan memberikan suntikan vaksin kepada salah seorang perawat di kota New York bernama Sandra Lindsay. Hingga saat ini sudah 1 juta lebih orang di AS yang mendapat suntikan vaksin corona.
Program vaksinasi di Kanada menggunakan vaksin hasil dari pengembangan Pfizer. Vaksin ini diberikan pertama kali kepada seorang wanita berusia 89 tahun asal Quebec pada 14 Desember 2020. Selain Pfizer, Kanada rencananya akan memakai vaksin Moderna untuk program vaksinasi secara massal.
Arab Saudi telah memulai program vaksinasi menggunakan Pfizer-BioNTech pada 17 Desember 2020. Hal ini dilakukan demi memutus penyebaran virus corona yang terus melonjak.
Program vaksinasi Israel dimulai setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendapat suntikan vaksin corona Pfizer-BioNTech pada 19 Desember. Proses penyuntikan perdana menteri Israel dilakukan di Sheba Medical Center, serta disiarkan secara langsung melalui siaran televisi.
Program vaksinasi dimulai satu hari setelah pemerintah Meksiko mendapat 3.000 dosis vaksin Pfizer-BioNtech yang dikirim dari Belgia. Suntikan vaksin corona pertama diberikan kepada salah seorang perawat pada 24 Desember 2020.
Seorang perawat bernama Zulema Riquelme menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin corona di Chili. Proses penyuntikan vaksin corona kepada Zulema Riquelme disaksikan secara langsung oleh Presiden Chili, Sebastian Pinera.
Vaksin corona yang digunakan dalam program vaksinasi di Rusia adalah hasil buatan ilmuwan mereka sendiri, Sputnik V. Rusia pun mengklaim telah memulai program vaksinasi sejak September lalu.
Spanyol telah memulai program vaksinasi corona pada 27 Desember 2020. Suntikan vaksin corona pertama diberikan kepada seorang lansia berusia 96 tahun bernama Araceli Rosario Hidalgo Sanchez.

Perkembangan vaksin di Indonesia hingga saat ini masih dalam tahap persetujuan klinis dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Persetujuan ini diperlukan demi menjamin keamanan dan efektivitas vaksin.
Vaksin yang tengah dalam tahap persetujuan adalah vaksin Sinovac. Selain menjamin keamanan dan efektivitas vaksin, BPOM juga mencoba memastikan efek samping dari penggunaan vaksin tersebut.
Berdasarkan Kepmenkes No. 01.07/MENKES/9860/2020, ada 6 jenis vaksin corona yang akan dipakai di Indonesia, antara lain buatan PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac.

Berikut ini sejumlah manfaat vaksin corona menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC):
Mendapatkan vaksin dapat melindungi diri dari infeksi covid-19. Selain melindungi diri sendiri, para peneliti menyebut penggunaan vaksin corona bisa mencegah risiko komplikasi yang berpotensi muncul akibat covid-19.
Antibodi biasanya baru diproduksi oleh tubuh setelah terinfeksi virus tertentu. Dengan vaksin, tubuh tidak perlu terinfeksi virus corona terlebih dulu untuk memproduksi antibodi yang mencegah serangan covid-19.
Vaksin dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari infeksi covid-19. Sistem kekebalan tubuh yang baik dapat membantu memutus rantai penyebaran virus corona.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya