Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi Andrographis Paniculata (Foto: Shutterstock)
Dream - Sementara dunia menunggu vaksin tiba, Kementerian Kesehatan Thailand menyetujui penggunaan ekstrak tumbuhan herbal untuk pengobatan tahap awal pada para pasien Covid-19.
Dilansir dari World of Buzz, Senin 4 Januari 2021, Kementerian Kesehatan Thailand menyebut Andrographis paniculata, umumnya dikenal sebagai chiretta hijau, akan berfungsi sebagai pengobatan alternatif untuk mengurangi keparahan wabah dan memangkas biaya pengobatan akibat Covid-19.
Di tahap awal, perawatan dengan obat herbal tersebut akan tersedia di lima rumah sakit milik negara.
Pengobatan herbal akan dilakukan secara sukarela bagi mereka yang berada dalam kelompok usia 18-60 tahun dengan gejala ringan. Ketentuan lainnya adalah pemberian obat harus dilakukan dalam waktu 72 jam setelah konfirmasi infeksi.
Mengutip sebuah penelitian, ekstrak dari tanaman yang dikenal sebagai " fah talai jone" dalam bahasa Thailand, dapat mengekang virus dan mengurangi keparahan peradangan.
Uji coba pada manusia menunjukkan bahwa kondisi pasien membaik dalam tiga hari setelah pengobatan tanpa efek samping jika obat diberikan dalam 72 jam setelah dinyatakan positif corona.
Thailand melaporkan 250 kasus baru pada hari Rabu, sehingga total kasus di negara tersebut mencapai hampir 7.000.
Seorang pejabat pemerintah mengatakan tingkat peningkatan penularan lokal kian mengkhawatirkan dan mendesak orang untuk tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.
Pemerintah Thailand juga telah melarang pertemuan besar di daerah berisiko tinggi.
(sah, Sumber: World of Buzz)
Dream - Ketika kebijakan lockdown/karantina wilayah di seluruh dunia mulai dilonggarkan, banyak orang yang berharap untuk hidup normal layaknya sebelum masa pandemi.
Walaupun begitu, pemerintah tetap mengingatkan warganya untuk mengikuti kajian 'the new normal' antara lain menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun serta melakukan social distancing.
Tidak hanya di Indonesia yang melonggarkan PSSB, negara tetangga Thailand pun melakukan hal yang sama. Pemerintah Thailand telah membuka kembali beberapa mall besar di Bangkok dan seluruh wilayahnya.
Meski beberapa mall besar sudah beroperasi dengan normal, sepertinya banyak warga Bangkok yang melupakan kajian 'the new normal' yang diminta pemerintah. Baru-baru ini beredar sebuah foto yang memperlihatkan warga Bangkok tidak mematuhi kebijakan social distancing yang harus diterapkan saat mengunjungi pusat keramaian.
Foto yang diambil pada Minggu, 17 Mei 2020 memperlihatkan kerumunan pengunjung di Mall Mega Banga. Mall ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan populer dan elite lantaran memiliki dua toko IKEA terbesar di kota Bangkok. Tak heran, banyak pengunjung yang ingin datang kesana ketika karantina wilayah dicabut.
Sebagai catatan, saat ini Thailand telah berupaya untuk menegakkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, jumlah kasus positif pun terus turun menjadi satu digit, namun inisiatif seperti aplikasi pelacakan sulit untuk ditegakkan karena tidak semua warga Thailand memiliki ponsel.
Pemerintah thailand tetap memastikan melakukan kebijakan umum seperti mencatat nama orang-orang yang memasuki lokasi mal, memeriksa suhu, dan upaya membatasi jumlah antrian tetap dilaksanakan meski banyak orang yang datang ke mal.
Namun gambar-gambar tersebut yang beredar di sosial media kerap membuat warga Thailand dan seluruh dunia marah. Hal ini dianggap tidak bertanggung jawab dan beresiko menimbulkan gelombang kedua virus corona di Thailand. Apabila hal tersebut terjadi, sepertinya infeksi Covid-19 tidak akan berakhir.
(Sumber: World of Buzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang