Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Virus Corona Diduga Bisa Merusak Sel-sel Testis Penghasil Sperma. (Foto: Freepik.com)
Dream - Sebuah studi bersama yang dilakukan oleh para peneliti dari China dan Amerika Serikat menemukan bahwa virus corona baru dari jenis SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 bisa menyebabkan kerusakan pada testis tanpa perlu masuk ke dalam selnya.
Para peneliti menemukan bahwa virus corona dapat menyerang sel-sel yang menghasilkan sperma di dalam testis, mungkin dengan cara mengikat enzim pada permukaan selnya.
Tetapi para peneliti mengatakan mereka tidak menemukan gen virus di dalam sampel air mani dan jaringan testis pasien Covid-19.
Ini menguatkan bukti bahwa virus corona penyebab Covid-19 tersebut tidak menular melalui transmisi seksual.
" Dengan demikian, aktivitas donor sperma atau rencana kehamilan masih bisa terus berjalan di tengah proses pemulihan pasien Covid-19," kata para peneliti.
Studi ini telah telah mendapat peninjauan dan dipublikasikan di European Urology Focus pada hari Minggu, 31 Mei 2020.
Dalam studi terbaru ini, sampel dari 11 pasien yang meninggal akibat Covid-19 di Wuhan dianalisis oleh tim dari China dan AS.
Dari China dipimpin Dr Nie Xiu dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, Wuhan. Sementara tim dari AS dipimpin oleh Ming Zhou, seorang profesor di Pusat Medis Tufts di Boston.
Mereka menguji gen virus dalam jaringan yang terlibat dalam produksi sperma dan testosteron. Mereka juga menguji kerusakan yang disebabkan oleh virus terhadap alat reproduksi pria.
Dari hasil penelitian, hanya satu sampel yang menunjukkan jejak virus. Sampel itu dari pasien dengan viral load yang tinggi.
" Hasil tersebut bisa jadi karena virus hadir dalam darah daripada di jaringan testis," kata studi itu.
Namun, lebih dari 80 persen sampel menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada tubulus seminiferus - bagian testis di mana sperma diproduksi.
Sel-sel yang membentuk tabung kecil ini mengalami 'perubahan mirip balon'. Mereka menjadi jauh lebih besar dari sel yang sehat. Beberapa juga rusak sampai-sampai produksi sperma bisa terpengaruh.
Namun para peneliti masih belum memahami bagaimana virus mampu melakukan hal itu tanpa memasuki sel testis.
Tetapi mereka menduga itu karena testis mengandung enzim yang dikenal sebagai ACE2. Virus corona mengikat enzim ini menggunakan protein spike.
" Kami menduga protein membran virus, yang disebut protein spike, yang menyebabkan kerusakan ini," bunyi studi tersebut.
Sementara itu, Zhang Shuye, seorang peneliti di Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai di Universitas Fudan, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan hal itu mungkin saja terjadi.
" Tetapi tidak ada bukti ilmiah langsung yang mendukung teori bahwa virus bisa merusak tanpa masuk ke dalam sel inangnya," katanya.
" Kerusakan testis yang ditemukan dalam sampel penelitian tersebut mungkin disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh," tambahnya.
Sebelumnya muncul perdebatan mengenai dampak virus corona pada kesuburan pria sejak pertama kali dilaporkan di kota Wuhan, China, pada akhir tahun lalu.
Beberapa penelitian telah mendeteksi kelainan hormon pada pria. Tetapi dalam penelitian lain tidak ada jejak virus yang ditemukan pada sampel sperma pasien Covid-19.
Sumber: SCMP
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya