Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Dot Bayi (Foto: Pro Health)
Dream - Dot dan teether jadi andalan para ibu untuk diberikan pada bayi yang baru tumbuh gigi. Biasanya rasa gatal dan tidak nyaman muncul dan bayi pun menjadi rewel. Dot dan teether inilah yang dianggap paling aman diberikan untuk bayi.
Tapi ternyata penelitian mengungkap sebagian besar merek dot dan teether ternama mengandung zat kimia yang bisa merusak hormon. Penelitian yang dilakukan oleh American Chemical Society (ACS), memperingatkan 100 persen produk dot yang beredar di pasaran mengandung Bisphenol A (BPA), Bisphenol S (BPS) atau Bisephenol F (BPF), yang diketahui bisa mengganggu stabilitas hormon.
Sebagian besar juga terbukti mengandung paraben, dan antimikroba seperti triclosan dan triclocarban. Tim dari ACS melakukan penelitian terhadap 59 produk dot dan teether yang berbentuk gel dan plastik biasa.
Dari beberapa produk yang dituliskan BPA-free atau non-toxic, ada yang mengandung BPA. Zat beracun yang sering disebut endocrine-disrupting chemicals (EDCs) ini juga banyak ditemukan dalam produk sehari-hari, seperti produk plastik, mainan dan kosmetik.
BPA dan EDCs ini diketahui bisa menimbulkan masalah saraf dan kelainan perilaku seperti autisme dan ADHD. Termasuk bisa berpengaruh buruk pada level IQ. Pada tahap yang lebih lanjut bisa memanipulasi hormon dan memicu kanker, diabetes, infertilitas pada pria dan endometriosis.
Saat ini Food Drug Administration (FDA), US yaitu badan pengawasan obat dan makanan Amerika Serikat sedang melakukan investigasi menyeluruh terkait produk-produk yang mengandung BPA. Nantinya hasil investigasi akan digunakan untuk membuat kebijakan yang lebih ketat terkait produk plastik terutama untuk bayi dan anak-anak.
Sumber: Daily Mail
Baca Juga: Trik Aman Memberikan Seafood untuk Bayi Tak Cuma Susu, Dapatkan Asupan Kalsium dari Sayuran Latih Motorik Kasar Si Kecil dengan Aktivitas Ini Kenalkan Sikat Gigi Sejak Anak 1 Tahun Pentingnya Terus Memantau Berat Badan Bayi Baru Lahir
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang