Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Work From Home (Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi, membuat banyak perusahaan kembali menerapkan kebijakan work from home alias bekerja dari rumah.
Durasi WFH tiap perusahaan berbeda-beda. Sebagian besar menjadwalkannya hingga akhir tahun, sebagian lainnya menjadwalkan lebih lama lagi.
Dikutip dari Merdeka.com, dokter spesialis okupasi FKUI, Nuri Purwito Adi, menyebutkan, ada beberapa dampak WFH bagi kesehatan pekerja.
Menurutnya, beberapa survei menunjukkan bahwa WFH sangat berpotensi meningkatkan risiko masalah psikososial. Hal ini dapat disebabkan karena batas waktu kerja yang tidak jelas.
Jika karyawan bekerja di kantor maka setelah waktu pulang pekerjaannya sudah beres. Sedang saat WFH, batasan waktu kerja seolah samar. Karyawan bisa saja dihubungi di luar jam kerja dan hal ini bisa menyebabkan kelelahan dan overwork.
“ WFH itu seperti tidak ada batas jam kerjanya gitu, ada kemarin yang bilang sama saya jam 3 pagi dipanggil, dikontak-kontak masalah kerjaan. Jadi mereka itu kelelahan banget dan seperti overwork,” ujar Nuri.
Nuri pun menambahkan, keadaan rumah yang tidak diatur untuk tempat kerja juga berpotensi menimbulkan masalah.
“ Kan di rumah itu biasanya kita enggak mengatur untuk kerja jadi fasilitas tempat duduknya, meja kerjanya itu mungkin bukan meja kerja yang nyaman,” terangnya.
Tempat kerja yang tidak nyaman saat WFH dapat menimbulkan masalah lain seperti pinggang pegal dan rasa sakit di leher.
“ Itu beberapa hal yang perlu diantisipasi dan disadari oleh pihak kantor dan pekerjanya sendiri,” jelasnya.
Bagi para pekerja yang perusahaannya sudah dibuka kembali, Nuri mengingatkan hal terpenting yang perlu dipahami yakni mengikuti protokol kesehatan di kantor.
Nuri juga menyinggung tentang pentingnya perusahaan memiliki satuan tugas Covid-19 sendiri.
“ Menurut saya, penting bagi tempat kerja atau perusahaan untuk membuat semacam tim Satgas COVID-19 di internal mereka. Tim Satgas tersebut yang nantinya akan cari tahu perkembangan informasi dari gugus tugas dan segalanya, termasuk apa saja yang mereka perlukan.”
Tim Satgas internal juga dapat bertugas untuk melakukan penilaian risiko apakah tempat kerja sudah siap untuk dibuka bagi 50 persen karyawan atau harus dimulai dengan 20 persen karyawan terlebih dahulu.
“ Apakah sudah layak untuk mengakomodasi pekerja masuk kantor, jadi saya rasa perlu ditingkatkan kesadarannya untuk kepentingan bersama,” tandasnya.
Sumber: https://www.merdeka.com/sehat/masalah-kesehatan-akibat-tak-ada-batasan-waktu-bisa-muncul-bagi-pekerja-saat-wfh.html
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya