Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi (Merdeka.com)
Dream - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, melaporkan 1.080 pasien positif tanpa gejala terpaksa menjalani isolasi mandiri. Mereka tidak bisa tertampung di fasilitas isolasi di sejumlah rumah sakit.
" Mereka adalah orang yang menjalani isolasi mandiri. Mereka identik dengan kasus positif tanpa gejala," kata Dadang.
Sejumlah pasien positif tersebut tersebar di semua kecamatan di Kota Depok. Wilayah dengan OTG tertinggi yaitu Kecamatan Pancoran Mas dengan 145 pasien menjalankan isolasi mandiri di rumah.
Kemudian, Kecamatan Sukmajaya dengan 141 OTG, Kecamatan Cipayung 114 OTG, Kecamatan Cimanggis 112 OTG. Lalu ada Kecamatan Tapos dengan 110 OTG dan Kecamatan Beji 107 OTG.
Sementara, wilayah dengan OTG kurang dari 100 antara lain Kecamatan Cilodong 92 OTG, Kecamatan Limo 85 OTG. Kecamatan Bojongsari 73 OTG, dan Kecamatan Sawangan 71 OTG.
" Untuk kecamatan Cinere ada 25 orang yang isoman (isolasi mandiri)," kata Dadang.
Sedangkan OTG yang saat ini dirawat di rumah sakit ada 253 kasus. Mereka berasal dari Kecamatan Pancoran Mas 42 kasus, Kecamatan Cimanggis 33 kasus, Kecamatan Beji 30 kasus, Kecamatan Tapos 25 kasus.
Lalu Kecamatan Sawangan 23 kasus, Kecamatan Limo 22 kasus, Kecamatan Sukmajaya dan Cipayung masing-masing 20 kasus. Kemudian Kecamatan Bojongsari 18 kasus, Kecamatan Cilodong 17 kasus, dan Kecamatan Cinere 3 kasus.
" Tersebar di seluruh kecamatan dengan jumlah bervariasi. Mereka adalah positif aktif," ucap Dadang.
Sumber: Merdeka.com/Nur Fauziah
Dream - Berhasil sembuh dari Covid-19, rupanya bukan akhir perjuangan. Sejumlah pasien ternyata mengeluhkan kondisi tubuh yang berubah dari sebelum terserang Covid-19.
Beberapa keluhan yang muncul seperti sakit kepala, kelelahan, dan sesak napas. Para dokter kini tengah mempelajari mengapa gejala tersebut bisa muncul dari menjadi sindrom usai terserang Covid-19.
Salah satu pasien yang mengalami hal ini adalah Valerie Giesen. Gadis 29 tahun ini mengaku sering kelelahan setelah berjalan beberapa meter saja.
Dia merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Napasnya sampai bisa terdengar.
Padahal, delapan bulan lalu, jalan beberapa meter bukanlah masalah bagi Giesen. Bahkan dalam sepekan, dia bisa dua sampai tiga kali menari. Juga sering naik gunung dan berenang.
Dokter menyatakan secara resmi Giesen sudah sembuh dari Covid-19 tapi tidak sepenuhnya sehat. Sejak sembuh pada April lalu, Giesen tetap merasa belum pulih benar.
" Jantung saya berdetak sangat cepat, dan ada tekanan berat di dalam dada saya. Saya tak pernah merasa begitu sakit," ujar Giesen, dilaporkan Deutsche Welle.
Wanita muda ini pernah menghabiskan dua pekan dengan berbaring karena merasa sangat lelah. Dia juga merasa sakit pada paru-paru.
Kondisi itu dia alami ketika masa-masa awal Covid-19 masuk Denmark. " Saat itu merupakan gelombang pertama di Denmark," kata dia.
Giesen adalah antropolog asal Jerman yang bekerja di Denmark. Setelah sembuh, dia bersepeda sepanjang 400 kilometer dari Copenhagen menuju Berlin, kota kelahirannya pada Juni 2020.
" Akhir Agustus, mulai," kata dia.
Giesen merasakan kelelahan kronis, paru-paru tertekan, dan sesak napas. Gejala itu dia alami delapan pekan lamanya, hingga akhirnya dia tinggal bersama orangtuanya.
Di Berlin, Giesen sudah memeriksakan diri beberapa kali. Dokter mendiagnosis Giesen mengalami sindrom kelelahan pasca-Covid-19.
Pada penelitian awal di Italia dan Irlandia, ditemukan setengah lebih pasien Covid-19 mengalami kelelahan dan sesak napas selama beberapa pekan usai dinyatakan sembuh. Tetapi, studi tersebut belum dapat digunakan untuk menarik kesimpulan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa