Tak Tertampung RS, 1.080 Pasien Covid-19 OTG di Depok Terpaksa Isolasi di Rumah

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 28 Oktober 2020 09:31
Tak Tertampung RS, 1.080 Pasien Covid-19 OTG di Depok Terpaksa Isolasi di Rumah
Mereka terpaksa menjalani isolasi mandiri.

Dream - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, melaporkan 1.080 pasien positif tanpa gejala terpaksa menjalani isolasi mandiri. Mereka tidak bisa tertampung di fasilitas isolasi di sejumlah rumah sakit.

" Mereka adalah orang yang menjalani isolasi mandiri. Mereka identik dengan kasus positif tanpa gejala," kata Dadang.

Sejumlah pasien positif tersebut tersebar di semua kecamatan di Kota Depok. Wilayah dengan OTG tertinggi yaitu Kecamatan Pancoran Mas dengan 145 pasien menjalankan isolasi mandiri di rumah.

Kemudian, Kecamatan Sukmajaya dengan 141 OTG, Kecamatan Cipayung 114 OTG, Kecamatan Cimanggis 112 OTG. Lalu ada Kecamatan Tapos dengan 110 OTG dan Kecamatan Beji 107 OTG.

Sementara, wilayah dengan OTG kurang dari 100 antara lain Kecamatan Cilodong 92 OTG, Kecamatan Limo 85 OTG. Kecamatan Bojongsari 73 OTG, dan Kecamatan Sawangan 71 OTG.

" Untuk kecamatan Cinere ada 25 orang yang isoman (isolasi mandiri)," kata Dadang.

1 dari 4 halaman

OTG Yang Dirawat di RS

Sedangkan OTG yang saat ini dirawat di rumah sakit ada 253 kasus. Mereka berasal dari Kecamatan Pancoran Mas 42 kasus, Kecamatan Cimanggis 33 kasus, Kecamatan Beji 30 kasus, Kecamatan Tapos 25 kasus.

Lalu Kecamatan Sawangan 23 kasus, Kecamatan Limo 22 kasus, Kecamatan Sukmajaya dan Cipayung masing-masing 20 kasus. Kemudian Kecamatan Bojongsari 18 kasus, Kecamatan Cilodong 17 kasus, dan Kecamatan Cinere 3 kasus.

" Tersebar di seluruh kecamatan dengan jumlah bervariasi. Mereka adalah positif aktif," ucap Dadang.

Sumber: Merdeka.com/Nur Fauziah

2 dari 4 halaman

Perjuangan Panjang Pasien Sembuh Covid-19: Kelelahan dan Sesak Napas

Dream - Berhasil sembuh dari Covid-19, rupanya bukan akhir perjuangan. Sejumlah pasien ternyata mengeluhkan kondisi tubuh yang berubah dari sebelum terserang Covid-19.

Beberapa keluhan yang muncul seperti sakit kepala, kelelahan, dan sesak napas. Para dokter kini tengah mempelajari mengapa gejala tersebut bisa muncul dari menjadi sindrom usai terserang Covid-19.

Salah satu pasien yang mengalami hal ini adalah Valerie Giesen. Gadis 29 tahun ini mengaku sering kelelahan setelah berjalan beberapa meter saja.

Dia merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Napasnya sampai bisa terdengar.

Padahal, delapan bulan lalu, jalan beberapa meter bukanlah masalah bagi Giesen. Bahkan dalam sepekan, dia bisa dua sampai tiga kali menari. Juga sering naik gunung dan berenang.

 

 

3 dari 4 halaman

Sembuh tapi Belum Sepenuhnya

Dokter menyatakan secara resmi Giesen sudah sembuh dari Covid-19 tapi tidak sepenuhnya sehat. Sejak sembuh pada April lalu, Giesen tetap merasa belum pulih benar.

" Jantung saya berdetak sangat cepat, dan ada tekanan berat di dalam dada saya. Saya tak pernah merasa begitu sakit," ujar Giesen, dilaporkan Deutsche Welle.

Wanita muda ini pernah menghabiskan dua pekan dengan berbaring karena merasa sangat lelah. Dia juga merasa sakit pada paru-paru.

Kondisi itu dia alami ketika masa-masa awal Covid-19 masuk Denmark. " Saat itu merupakan gelombang pertama di Denmark," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Sindrom Kelelahan Akut

Giesen adalah antropolog asal Jerman yang bekerja di Denmark. Setelah sembuh, dia bersepeda sepanjang 400 kilometer dari Copenhagen menuju Berlin, kota kelahirannya pada Juni 2020.

" Akhir Agustus, mulai," kata dia.

Giesen merasakan kelelahan kronis, paru-paru tertekan, dan sesak napas. Gejala itu dia alami delapan pekan lamanya, hingga akhirnya dia tinggal bersama orangtuanya.

Di Berlin, Giesen sudah memeriksakan diri beberapa kali. Dokter mendiagnosis Giesen mengalami sindrom kelelahan pasca-Covid-19.

Pada penelitian awal di Italia dan Irlandia, ditemukan setengah lebih pasien Covid-19 mengalami kelelahan dan sesak napas selama beberapa pekan usai dinyatakan sembuh. Tetapi, studi tersebut belum dapat digunakan untuk menarik kesimpulan.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar