4 Gangguan Pada Anak Ini Seringkali Dikira Autisme

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 19 Desember 2017 12:03
4 Gangguan Pada Anak Ini Seringkali Dikira Autisme
Ada juga gangguan lain yang sebenarnya memiliki gejala yang mirip namun sebenarnya bukan autisme.

Dream - Sikap dan kebiasaan anak sehari-hari tentu selalu jadi perhatian orangtua. Saat ada perilaku atau hal yang dirasa tak seperti anak kebanyakan, orangtua lah yang biasanya yang pertama tahu.

Untuk itu kekhawatiran dan analisis orangtua terhadap perilaku anak sehari-hari jadi hal penting bagi tim dokter atau psikolog untuk mengetahui gangguan yang dialami seorang anak. Salah satu gangguan yang sering menghantui orangtua adalah autisme.

Beberapa gejala khas autisme antara lain anak susah sekali untuk fokus, melakukan gerakan berulang dan, perkembangan bicara yang lamban serta masih banyak lagi. Ada juga gangguan
lain yang sebenarnya memiliki gejala yang mirip namun sebenarnya bukan autisme.

Apa saja?

1. Masalah penglihatan
Gejala Autism Spectrum Disorder (ASD) yang paling sering dibahas yaitu berkaitan dengan perilaku sosial atau kemampuan anak untuk hadir dan terlibat dengan orangtua. Tapi perilaku
sosial bisa terpengaruh saat bayi mengalami kesulitan dengan inderanya.

Biasanya bayi yang sedang berkembang, harus bisa bertemu dan mengikuti tatapan orangtua. Namun, jika fungsi penglihatan bayi tidak berkembang dengan baik, interaksi dengan orang tua
akan sangat lamat dan terganggu. Itulah sebabnya tes penglihatan harus dilakukan terlebih dulu sebelum melakukan diagnosis ASD.

2. Masalah pendengaran
" Anak-anak yang memiliki masalah pendengaran dapat mengalami penundaan bahasa dan penundaan bahasa dapat menunjukkan kelainan spektrum autisme," ujar Dr. Andrew Adesman,
Chief of Developmental & Behavioral Pediatrics at the Steven & Alexandra Cohen Children’s Medical Center of New York.

Tapi dia menekankan bahwa penundaan kemampuan bicara dan bahasa tidak akan selalu terjadi kecuali ada masalah signifikan dengan pendengaran di kedua telinga. Jadi, seorang anak
dengan infeksi telinga berulang di telinga tunggal sepertinya tidak akan mengalami keterlambatan dalam bahasa.

Selain itu, Adesman mencatat bahwa anak-anak dengan masalah pendengaran seringkali sangat terlibat secara visual. " Anak-anak dengan gangguan spektrum Autisme biasanya akan
memiliki keengganan baik atau mungkin tidak terlibat secara visual," ujarnya.

3. Masalah sensorik
Anak-anak dengan ASD biasanya dianggap sensitif terhadap masukan sensorik tertentu. Namun, ada anak yang memang masih sangat peka terhadap suara dan sentuhan. Sesuatu seperti kaus kaki yang bengkok atau tag di baju mereka mungkin akan membuat mereka mati.

Ada kondisi yang muncul yang diakui oleh banyak terapis fisik yang disebut Sensory Processing Disorder. Konon, itu belum secara resmi diakui dalam manual diagnostik utama.

4. Masalah psikologi
Beberapa anak dapat mengalami perilaku berulang atau menjadi kikuk saat dalam lingkungan sosial dan menarik diri. Ini adalah gejala yang juga terkait dengan gangguan psikologis
seperti Obsesif Kompulsif Disorder atau Anxiety disorders. Pada akhirnya, orangtua harus sangat paham saat menavigasi informasi yang berkaitan dengan ASD.

Sumber: Fatherly

Baca Juga: Cerita Zaskia Mecca Tentang Anak Tirinya Bikin 'Meleleh' Fakta Unik Seputar Balita yang Tak Banyak Diketahui Orangtua Astagfirullah, Kenakan Jimat Saat Hamil Termasuk Syirik Besar Kakak Adik Ini Dulu Super Imut, Sekarang Kompak Kerennya! Anak Carissa Puteri Belajar Hitung dan Baca dari Gadget

Beri Komentar