Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sebanyak 41 orang meninggal dunia karena diduga menenggak minumas keras (miras) oplosan. Akibat banyaknya korban, Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).
" Statusnya KLB, sudah disetujui kemenkes untuk kesiapsiagaan pemerintah dalam menangani korban," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahmad Kustiaji, Selasa 10 April 2018.
Berdasarkan laporan Merdeka.com, pasien yang diduga keracunan miras oplosan dirawat di tiga rumah sakit. Sebanyak 19 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, RS AMC merawat empat orang korban, dan RSUD Majalaya merawat enam orang.
" Total korban yang meninggal dan dirawat itu 140 orang," ujar Ahmad.
Sebelumnya, Direktur Utama RSUD Cicalengka, Yani Sumpena, mengatakan, ada 19 pasien rawat akibat miras oplosan. Sementara itu, 19 orang lain mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
" Jumlah total pasien dengan keluhan pusing, mual, muntah yang diduga akibat minuman (miras) itu ada 93 orang. Itu total dari Jumat, 6 April 2918. Ada yang masih dirawat, ada yang sudah pulang," kata Yani, Senin 9 April 2018.
Yani mengatakan akibat peristiwa ini, daya tampung RSUD Cicalengka mencapai maksimal. Sebanyak 11 dokter ditugaskan untuk membantu perawatan pasien terduga keracunan miras. " IGD dan ruang rawat inap sudah penuh," ucap Yani.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya