Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Jumlah bangunan yang rusak akibat gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, diduga lebih dari 5.000 buah. Angka itu didapat dari penghitungan citra satelit yang diterima Stasiun Bumi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).
“ Tim baru menghitung sebagian wilayah yang terpotret citra satelit,” demikian keterangan yang dimuat laman lapan.go.id, Rabu 3 Oktober 2018.
Data yang diteliti itu berasal dari Satelit Pleiades tanggal 6 Juli 2018 (sebelum gempa) yang diterima oleh Stasiun Bumi Lapan di Parepare. Selain itu juga data satelit tanggal 30 September 2018 (setelah gempa) yang diterima oleh Internasional Disaster Charter.
Data itu kemudian dianalisa oleh tim gabungan dari Lapan, Institut Teknologi Bandung, dan Asian Institute of Technology (AIT) Thailand. “ Metode yang digunakan adalah interpretasi visual dengan membandingkan data citra satelit sebelum dan sesudah gempa.”
Hasil penghitungan menunjukkan adanya 418 bangunan rusak di Kabupaten Donggala, dan 2.403 di Palu. Sedang, yang kemungkinan rusak di Donggala adalah 315 bangunan dan 2.010 di Palu. Jumlah bangunaan rusak diduga lebih besar dari angka itu karena belum seluruh wilayah dampak gempa terpotret dari citra satelit.
“ Dari total 5146 bangunan rusak yang terdata, 1.045 bangunan terdapat di Perumnas Balaroa yang amblas dengan luasan sekitar 47,8 Ha,” tulis Lapan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya