Agar Jemaah Haji Tak Alami `Gangguan Jiwa` Setibanya di Saudi

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 13 Juni 2019 14:02
Agar Jemaah Haji Tak Alami `Gangguan Jiwa` Setibanya di Saudi
Gegap budaya dan kondisi kesehatan dapat memicu tekanan mental.

Dream - Tak kurang dari satu bulan, jemaah haji Indonesia akan berangkat ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan.

Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Farid Moeloek mengingatkan, kondisi kejiwaan juga penting untuk dijaga agar tidak mengalami gangguan ketika tiba di Tanah Suci.

" Dehidrasi, itu juga bisa menyebabkan keganggu ke otaknya atau juga ke gangguan fisiknya yang lain, hal-hal yang lain kita perhatikan," ujar Nila di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.

Selain dehidrasi, faktor lain yang menyebabkan jemaah haji mengalami gangguan jiwa karena terlalu merasa takjub atau gembira ketika melihat Kabah, Masjidil Haram dan tempat suci lainnya di Arab Saudi.

" Mereka excited, kemudian perbedaan budaya. Excited itu saya kira (jadi faktor utama), jadi mereka begitu kadang-kadang sampai di Tanah Suci jadi hilang kontrol," ucap dia.

Untuk itu, Nila berpesan kepada para jemaah haji untuk senantiasa menjaga emosi dan perasaan. Sehingga, tidak memicu gangguan jiwa.

" Jadi itu sangat disayangkan, kalau bisa jangan sampai terjadi tapi kami mencoba meng-handle," kata dia.

Pada musim haji 2018, ada 47 jemaah haji yang mengalami gangguan jiwa berat dan harus mendapat perawatan.

" Mereka dirawat di sana (Arab Saudi). Diberi obat supaya tenang, karena dia kan ngamuk," kata Nila. (ism)

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie