Detik-detik Evakuasi Korban Gempa dari Reruntuhan Masjid Lombok, Masih Hidup!

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 7 Agustus 2018 19:01
Detik-detik Evakuasi Korban Gempa dari Reruntuhan Masjid Lombok, Masih Hidup!
Evakuasi korban reruntuhan masjid masih terus dijalankan.

Dream - Tim evakuasi reruntuhan masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, menemukan seorang korban dalam keadaan selamat.

" Alhamdulillah ada korban yang bisa diselamatkan dari masjid yang roboh diguncang gempa 7 SR di Desa Lading-Lading Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara," tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di akun Twitter, @Sutopo_PN.

Sutopo mengunggah video tentang korban selamat tersebut. Dalam video itu, terlihat seorang jemaah mengenakan gamis abu-abu dan peci putih diangkat sejumlah tentara.

Korban dibawa menjauh dari reruntuhan. Sembari menahan tangis, korban terus melafalkan syahadat.

Proses evakuasi masih terus dijalankan oleh gabungan Basarnas dan TNI. Hingga Selasa pukul 09.00 WIB atau 10.00 WITA, tiga korban dinyatakan meninggal dan satu selamat dari reruntuhan masjid.

1 dari 3 halaman

Total Korban Meninggal Akibat Gempa Jadi 105 Orang

Sutopo mengatakan data terkini yang didapatkan BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Lombok mencapai 105 orang. Seluruhnya adalah warga Indonesia.

" Belum ada warga asing (meninggal akibat gempa)," ujar Sutopo, dikutip dari Liputan6.com.

Sedangkan untuk korban luka, Sutopo menyebutkan jumlahnya belum bertambah yaitu masih 236 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi diperkirakan mencapai ribuan orang.

" Jumlah ini masih terus diperbaharui, karena masih ada wilayah yang belum terjangkau aksesnya, listrik dan air sulit," kata Sutopo.

Jumlah korban terbanyak ditemukan di Lombok Utara. Ini lantaran lokasi dekat dengan pusat gempa di Lombok Timur.

2 dari 3 halaman

3 Shaf Jemaah Isya Terjebak di Masjid Saat Gempa Lombok, Innalillahi

Dream - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan terdapat sekitar tiga shaf jemaah sholat Isya terjebak di masjid di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat akibat gempa. Tetapi, jumlah korban di masjid itu belum dapat dipastikan.

" Informasi didapat, estimasi sampai tiga shaf jemaah masih belum dapat dievakuasi karena keterbatasan alat berat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dikutip dari Liputan6.com, Senin 6 Juni 2018.

" Kami belum tahu jumlah pasti berapa jiwa dan apa ada korban luka atau meninggal, belum kami ketahui datanya," ucap Sutopo melanjutkan.

Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, lanjut Sutopo, para korban sedang melaksanakan sholat Isya. Di saat itulah terjadi gempa yang merobohkan atap masjid.

" Diperkirakan banyak korban meninggal dunia dan belum bisa dievakuasi karena tidak ada alat berat," ucap Sutopo.

Sutopo melanjutkan tim SAR gabungan mencoba mengevakuasi para korban secara manual. Langkan ini dilakukan sembari menunggu datangnya alat berat.

" Jadi Tim SAR gabungan pakai cara manual, reruntuhannya tembok-tembok beton," kata Sutopo.

3 dari 3 halaman

Gempa Lombok dan Kecintaan Mesut Ozil Terhadap Indonesia

Dream - Gempa dahsyat yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 19.46 WITA membuat dunia berduka. Bahkan pesepakbola profesional Jerman, Mesut Ozil, terkejut mendengar adanya bencana ini.

" Terkejut dan sedih mendengar gempa bumi baru di Indonesia di mana aku mendapat banyak sekali dukungan," tulis Ozil di akun Twitternya, @MesutOzil1088, diakses pada Selasa 7 Agustus 2018.

Sebanyak 98 orang meninggal dunia dan 236 korban mengalami luka-luka akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter itu. Sejumlah bangunan rubuh dan rusak parah.

Pemain muslim ini turut mendoakan para korban gempa. " Kumasukkan kalian, orang-orang yang ramah, dalam doaku," tulis Ozil.

Sebagian besar warga Lombok kini tinggal di pengungsian. Meski begitu, belum semua korban dapat tertangani.

Beri Komentar