Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

3 dari 10 Calon Vaksin Corona Tahap Uji Klinis Sudah `Dipegang` Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 7 Oktober 2020 18:01
3 dari 10 Calon Vaksin Corona Tahap Uji Klinis Sudah `Dipegang` Indonesia
Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan belum ada satupun calon vaksin Covid-19 di dunia yang sudah lulus uji klinis. Tiga produsen sudah ikat perjanjian akses dengan Indonesia

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menegaskan belum ada satupun bakal vaksin Covid-19 di dunia yang sudah lulus uji klinis. Pernyataan ini menanggapi rilis kandidat vaksin Covid-19 yang dikeluarkan WHO pada 2 Oktober 2020.

Menurut Wiku, saat ini ada 181 calon vaksin di dunia sedang dalam tahap pengujian. Dari jumlah tersebut, 139 calon vaksin masuk tahap pra-klinis, 19 calon vaksin masuk uji klinis tahap I, 13 bakal vaksin masuk uji klinis tahap II.

Selain itu, ada 10 calon vaksin yang saat ini menjalani uji klinis tahap III yaitu produk Sinovac Biotech, Sinopharm, Beijing Institute of Biological Product, Biotech Genexine Korea, Gamaleya Research Institut Russia, BioNtech Jerman, University of Oxford, Novovax, NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases), dan vaksin dari Janssen Pharmaceutical Companies (Johnson & Johnson Group).

 

1 dari 2 halaman

10 Vaksin Sedang Uji Klinis Tahap III

Menurut Wiku, tiga dari 10 perusahaan vaksin di atas sudah menjalin perjanjian akses dengan Pemerintah Indonesia. Vaksin pertama yaitu produk dari Sinovac yang saat ini diuji klinis oleh Bio Farma bersama Universitas Padjadjaran di Bandung, Jawa Barat.

" Yang kedua adalah Sinophram, PT Kimia Farma yang bekerja sama dengan Sinopharm yang saat ini sedang diuji klinis di Arab (UEA), dengan target subjek 22.000 orang," ujar Wiku.

Sedangkan perusahaan ketiga yaitu Genexine dari Korea Selatan. Perusahaan ini menjalin kerja sama dengan PT Kalbe Farma untuk pengujian vaksin.

Selain kerja sama dengan tiga perusahaan farmasi tersebut, Pemerintah mendorong pengembangan vaksin dalam negeri. Seperti Vaksin Merah Putih yang saat ini dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dipimpin Menteri Riset dan Teknologi/Badang Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN).

 

2 dari 2 halaman

Proses Panjang

Untuk itu, Wiku berharap masyarakat dapat memahami penemuan vaksin butuh waktu lama. Dia juga menjelaskan alur pengembangan vaksin.

" Prosesnya panjang, dimulai dari penelitian dasar, uji pra-klinis, kemudian uji klinis fase I yang diberikan ke sekelompok kecil orang untuk meningkatkan kekebalan," kata dia.

Di tahap II uji klinis, vaksin akan disuntikkan ke manusia sehingga para ilmuwan dapat mempelajari keamanan dan dosis yang tepat. Kemudian pada tahap III uji klinis, vaksin diberikan ke ribuan orang untuk memastikan keamanan dan keefektifannya.

" Mengingat belum ada vaksin Covid-19 yang sudah lulus uji klinik fase 3 sampai dengan berakhir, sekarang kewaspadaan terhadap virus Corona dan monitoring tetap harus dilakukan," kata Wiku.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar