Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menegaskan belum ada satupun bakal vaksin Covid-19 di dunia yang sudah lulus uji klinis. Pernyataan ini menanggapi rilis kandidat vaksin Covid-19 yang dikeluarkan WHO pada 2 Oktober 2020.
Menurut Wiku, saat ini ada 181 calon vaksin di dunia sedang dalam tahap pengujian. Dari jumlah tersebut, 139 calon vaksin masuk tahap pra-klinis, 19 calon vaksin masuk uji klinis tahap I, 13 bakal vaksin masuk uji klinis tahap II.
Selain itu, ada 10 calon vaksin yang saat ini menjalani uji klinis tahap III yaitu produk Sinovac Biotech, Sinopharm, Beijing Institute of Biological Product, Biotech Genexine Korea, Gamaleya Research Institut Russia, BioNtech Jerman, University of Oxford, Novovax, NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases), dan vaksin dari Janssen Pharmaceutical Companies (Johnson & Johnson Group).
Menurut Wiku, tiga dari 10 perusahaan vaksin di atas sudah menjalin perjanjian akses dengan Pemerintah Indonesia. Vaksin pertama yaitu produk dari Sinovac yang saat ini diuji klinis oleh Bio Farma bersama Universitas Padjadjaran di Bandung, Jawa Barat.
" Yang kedua adalah Sinophram, PT Kimia Farma yang bekerja sama dengan Sinopharm yang saat ini sedang diuji klinis di Arab (UEA), dengan target subjek 22.000 orang," ujar Wiku.
Sedangkan perusahaan ketiga yaitu Genexine dari Korea Selatan. Perusahaan ini menjalin kerja sama dengan PT Kalbe Farma untuk pengujian vaksin.
Selain kerja sama dengan tiga perusahaan farmasi tersebut, Pemerintah mendorong pengembangan vaksin dalam negeri. Seperti Vaksin Merah Putih yang saat ini dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dipimpin Menteri Riset dan Teknologi/Badang Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN).
Untuk itu, Wiku berharap masyarakat dapat memahami penemuan vaksin butuh waktu lama. Dia juga menjelaskan alur pengembangan vaksin.
" Prosesnya panjang, dimulai dari penelitian dasar, uji pra-klinis, kemudian uji klinis fase I yang diberikan ke sekelompok kecil orang untuk meningkatkan kekebalan," kata dia.
Di tahap II uji klinis, vaksin akan disuntikkan ke manusia sehingga para ilmuwan dapat mempelajari keamanan dan dosis yang tepat. Kemudian pada tahap III uji klinis, vaksin diberikan ke ribuan orang untuk memastikan keamanan dan keefektifannya.
" Mengingat belum ada vaksin Covid-19 yang sudah lulus uji klinik fase 3 sampai dengan berakhir, sekarang kewaspadaan terhadap virus Corona dan monitoring tetap harus dilakukan," kata Wiku.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam