Boeing Dituding Tutupi Kerusakan Sistematis pada 737-MAX

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 15 November 2018 17:01
Boeing Dituding Tutupi Kerusakan Sistematis pada 737-MAX
Boeing dianggap meremehkan masalah.

Dream - Jatuhnya Lion Air JT610 di Laut Jawa pada 29 Oktober lalu membuat dunia tercengang. Ini lantaran pesawat yang jatuh tersebut tergolong generasi terkini dari Boeing 737-MAX, bahkan baru dua bulan dioperasikan Lion Air.

Investigator mengambil kesimpulan sementara, penyebab kejatuhan tersebut adalah kerusakan pada sistem pencegah pesawat mengalami stalling atau kehilangan daya dorong akibat posisi terlalu tinggi.

Juru bicara Allied Pilots Association (APA), Dennis Tajer menuding Boeing menutupi fakta ketidakberesan pada 737-MAX. Dia mendasarkan hal ini pada temuan mesin jet yang terpasang di pesawat tersebut.

Mesin itu memiliki bobot yang lebih berat dari versi sebelumnya. Hal ini memungkinkan mesin mogok dalam kondisi apapun.

Boeing juga dituding telah memodifikasi sistem anti-stall tanpa memberitahu lebih dulu maskapai penerbangan dan kru mereka.

" Kami seharusnya diberitahu. Ini sangat konyol. Bagaimana ini bisa terjadi, harus diselesaikan, Boeing harus menjawabnya," ujar Tajer, yang juga merupakan pilot 737, dikutip dari Straits Times.

Tajer menegaskan Boeing telah melanggar budaya keselamatan dalam dunia penerbangan dengan tidak membagi informasi tentang kondisi pesawat.

Pihak Boeing tidak menanggapi tudingan ini. Mereka memilih fokus pada koordinasi dengan investigator.

1 dari 3 halaman

Sengaja Sembunyikan Kerusakan?

Pada 10 November kemarin, APA mengeluarkan surat edaran ditujukan kepada seluruh pilot anggotanya. Dalam surat itu, APA menyatakan pihak Boeing's Emergency Airworthiness Directive belum menjawab pertanyaan kunci mengenai kesalahan pembacaan pada sensor Angle of Attack (AOA), yang memantau sudut hidung pesawat.

" AOA mungkin jadi penyebab sistemik pada kecelakaan Lion Air," kata Kepala Komite Keselamatan APA, Mike Michealis dalam surat tersebut.

Pada kasus ini, kerusakan AOA bisa menyebabkan komputer pesawat salah dalam mendeteksi stall. Posisi pesawat sedang terjun menukik namun justru dibaca mendaki.

" Kami tidak percaya Boeing secara sengaja menghilangkan informasi penting dari operator atau pelanggannya mengenai sistem kunci pada pesawat," kata pakar penerbangan, Addison Schonland.

Dia menambahkan terjadinya kerusakan pada indikator kecepatan telah tercatat sepanjang penerbangan JT610.

2 dari 3 halaman

Cerita Pilu Tragedi Lion Air JT610, Berbaju Nikah Tanpa Suami

Dream - Sebuah kisah haru korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu kembali ramaikan media sosial.

Kisah itu diunggah oleh akun instagram @adielaorganizer.bangka.

Dalam unggahanya itu, tersirat kisah Seorang dokter bernama Rio Nanda Pratama yang merupakan salah satu korban jatuhnya pesawat nahas tersebut.

Disebutkan, sang dokter seharusnya melangsungkan pernikahan pada Minggu 11 November kemarin.

" Korban Lion Air JT 610, Rio Nanda Pratama, seharusnya menikah hari Minggu (11/11/2018) kemarin. Kekasihnya putuskan tetap pakai baju akad meski tanpa calon suami,"  tulis akun @adielaorganizer.bangka dalam unggahanya.

Intan, calon istrinya, melakukan hal mengharukan demi mengenang Rio. Meski tanpa kehadiran Rio, Intan tetap melakukan prosesi merias diri menjadi seorang pengantin.

Dirinya juga mengenakan pakaian akad nikah yang sebelumnya telah dipilihkan oleh calon suaminya itu.

 Intan© dream

Berikut cerita dari Wedding organizer yang sedari dulu telah ditunjuk untuk mengurus pernikahan pasangan ini:

3 dari 3 halaman

Wanita Hebat

" Intan Indah Syari.

Wanita hebat dan kuat.. Sangat tegar.

Teringat 2 minggu lalu, tepat tgl 29 Oktober 2018, Bangka Belitung berduka.

Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 menyisakan duka tersendiri bagi Intan.

Adapun dr. Rio Nanda Pratama, calon suami @intansyariii.. seseorang yg telah mengisi hari2 Intan selama 13 tahun lamanya.

Telah mengenal sejak SMP.. berteman, bersahabat, mjd teman dekat, dan akhirnya sepasang kekasih yg mempunyai mimpi akan menikah tepat di tgl 11 November 2018.

Tapi, Allah berkehendak lain.. tepat 2 minggu sebelum Ijab Qabul diucapkan, Rio telah terlebih dahulu dipanggil menghadap Allah Swt dgn cara n kejadian yg tak pernah kita duga.

(Semoga Allah menghapus dosa2ny dan menempatkan Rio di surgaNya. Aamiin).

4 hari sebelum kejadian, tepatnya hari Rabu, Intan n Rio dtg ke galery Adiela WO utk fitting baju akad.

Rio memilih 1 baju dr 2 kebaya putih yg dicoba oleh Intan.

Beri Komentar