Cegah Corona, #MediaLawanCovid19 Serukan Kampanye 'Jangan Mudik'

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 29 Maret 2020 09:46
Cegah Corona, #MediaLawanCovid19 Serukan Kampanye 'Jangan Mudik'
Kampanye ini diluncurkan mengingat mulai banyaknya masyarakat Jabodetabek yang mudik di tengah menyebarnya virus corona.

Dream - Sejumlah media nasional dan lokal yang tergabung dalam gerakan #MediaLawanCovid19 meluncurkan kampanye bertajuk 'Jangan Mudik' pada Minggu, 29 Maret 2020. Diprediksi 100 media berbagai platfrom baik televisi, radio, majalah, koran, media siber dan media sosial berpartisipasi dalam kampanye bersama guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kampanye menggunakan tagar #AmanDiRumah ini dipublikasikan secara serentak dalam dua hari yaitu Minggu dan Senin. Baik oleh media berbasis di Jakarta maupun daerah lain.

Melalui kampanye masif ini, diharapkan ajakan dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak pulang kampung bisa tersebar luas hingga ke kelompok masyarakat di unit terkecil, seperti di tingkat RT/RW, kelompok arisan, aktivitas keagamaan, dan lainnya. Aksi ini menindaklanjuti publikasi konten perdana pada Selasa, 24 Maret 2020 lalu bertajuk “ Jaga Jarak”, yang juga menggunakan tagar #AmanDiRumah.

 Jangan Mudik© istimewa

Kampanye kedua ini semula akan dilakukan mulai Senin pagi. Tetapi, melihat fenomena masyarakat yang sudah berbondong-bondong meninggalkan Jakarta, dirasa penting untuk mempercepat kampanye “ Jangan Mudik” ini.

 

1 dari 1 halaman

Diperkirakan ada sekitar 15 juta pemudik yang akan meninggalkan Jakarta ke berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa. Jika ini terjadi, maka dikhawatirkan arus mudik penduduk akan membuat wabah virus vorona menjalar dengan cepat dan menambah zona merah di berbagai daerah tujuan pemudik.

Berbagai imbauan telah dikeluarkan oleh para pemimpin pusat dan daerah yang meminta masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik. Namun, belum adanya larangan resmi dari pemerintah membuat arus mudik tetap deras mengalir ke berbagai wilayah.

 Jangan Mudik© dream.co.id

Atas dasar itu, maka pada Minggu pagi ini kampanye edukasi “ Jangan Mudik” mulai dilakukan oleh berbagai media yang tergabung dalam #MediaLawanCovid19.

Untuk kian menggaungkan kampanye “ Jangan Mudik”, berbagai produk yang dibuat oleh media masing-masing juga akan dipublikasikan secara simultan. Produk itu dapat digunakan oleh semua media dengan mencantumkan tagar #MediaLawanCovid19.

Hal ini dilakukan untuk menyiasati keterbatasan tenaga, alat dan waktu di tengah situasi Kerja Dari Rumah. Dengan begitu, jumlah konten yang dapat dipublikasikan pun menjadi berlipat ganda.

Beri Komentar