Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pria Harus Membayar Kompensasi Kepada Mantan Istrinya Karena Telah Menjadi Ibu Rumah Tangga. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pengadilan di Tiongkok menjatuhkan denda kepada seorang pria. Pengadilan memintanya untuk membayar sejumlah uang kompensasi kepada mantan istrinya selama lima tahun pernikahan.
Dikutip dari Oddity Central, Sabtu 27 Februari 2021, pria bernama Chen ini bercerai dari sang istri, Wang, tahun lalu. Setelah bercerai, Wang meminta mantannya untuk membayar kompensasi karena selama lima tahun sang istri menjadi ibu rumah tangga. Tak hanya itu, sang suami juga disebut tidak berpartisipasi dalam pekerjaan rumah tangga.
Wang meminta ganti rugi senilai US$24.700 (Rp354 juta), tapi pengadilan menilai permintaan sang istri hanya senilai US$7.700 (Rp108,33 juta). Sebagai jalan tengah, Pengadilan Distrik Fangshan di Beijing, Tiongkok, meminta Chen untuk membayar kompensasi senilai 50 ribu yuan (Rp108,32 juta).
Di Tiongkok, ada peraturan bahwa seseorang bisa menuntut kompensasi kepada pasangannya di persidangan perceraian. Hal ini dimungkinkan jika orang itu merasa pasangan tidak berpartisipasi untuk membesarkan anak, mengurus rumah, atau merawat anggota keluarga yang lansia. Sebelumnya, sidang perceraian hanya membahas masalah properti dan harta gono-gini lainnya.
Aturan ini menimbulkan perdebatan di Tiongkok. Di media sosial, sebagian besar orang merasa tak terima dengan pembayaran yang kecil. Dikatakan bahwa bayaran itu tidak sebanding dengan pekerjaan ibu rumah tangga.
Warganet yang lainnya meminta perempuan tidak boleh putus asa dalam menyuarakan aspirasinya dan harapan sebagai ibu rumah tangga. Ada pula yang menyebut bahwa itulah yang membuat mereka enggan untuk menikah.
“ Saya tak bisa berkomentar apa pun. Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sering dianggap sebelah mata. Di Beijing, merekrut seorang pengasuh harus mengeluarkan biaya lebih dari 50 ribu yuan,” kata seorang warganet.
“ Ladies, ingatlah untuk menjadi seorang yang independen. Jangan berhenti kerja setelah menikah. Berikan dirimu sebuah jalan keluar,” tulis warganet yang lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya