Jokowi Belum Puas, Satgas Tetap Optimis PPKM Mikro Tekan Penularan Covid-19

Reporter : Nur Ulfa
Minggu, 28 Februari 2021 19:49
Jokowi Belum Puas, Satgas Tetap Optimis PPKM Mikro Tekan Penularan Covid-19
namun belum bisa dipastikan PPKM Mikro memberikan efek atau tidak dengan pencegahan penularan virus corona

Dream - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah berjalan hampir satu bulan ternyata belum membuat Jokowi merasa puas. Kendati demikian, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Satgas Covid-19, Alex Ginting, menjelaskan bahwa angka penularan Covid-19 selama PPKM Mikro sudah memberikan hasil yang cukup baik.

" PPKM 1 dan 2 Pak Presiden kasih komen enggak puas, makanya muncul PPKM mikro, dari 9 Februari sampai 22 Februari dan dilanjutkan lagi, kita lihat angka kesakitan berkurang dibanding November," kata Alex dalam prescon virtual, Minggu 28 Februari 2021.

Menurutnya, dalam PPKM Mikro yang sudah berjalan ada daerah-daerah yang menerapkan 3M dengan baik. Buktinya, kata dia, angka penularan Covid-19 jauh lebih rendah dibanding tahun lalu.

" Angka di rumah sakit di bawah 70 persen, ini bukan pegangan, bisa saja rumah sakit nambah kasus perluas lagi ruang isolasi, secara overall sudah di bawah 70 persen dibanding November 2020," ucapnya.

Meski demikian, Aelx belum bisa memastikan apakah PPKM Mikro ini benar-benar efektif, karena untuk melihat hasilnya baik atau tidak bisa dinilai 4 bulan ke depan.

" Ini terlalu singkat berjalan 9 Februari sampai 22, ini diperpanjang lagi 23 Februari sampai 8 Maret, kalau yang terjadi memang kesadaran di tingkat desa itu sudah terjadi, untuk rantai penularan perlu dievaluasi," ungkap dia.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 3 halaman

Protokol 3M yang Paling Dipatuhi Masyarakat Indonesia Selama PPKM

Dream - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dan PPKM Mikro menimbulkan dampak positif dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Hal itu terlihat dari peta zona kepatuhan terhadap protokol kesehatan mengalami perkembangan membaik.

Laporan per 21 Februari 2021 lalu mencatat peta zonasi memperlihatkan tingkat kepatuhan di atas 60 persen. Dan perkembangan yang sejalan terlihat juga pada perkembangan kasus positif mingguan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito seperti dikutip dari laman covid19.go.id, melaporkan, daerah yang sudah patuh memakai masker melebihi 75 persen atau sebanyak 284 kabupaten/kota.

Namun, lanjut Wiku, Satgas Covid-19 memberikan catatan kepada 99 kabupaten/kota yang masih melaporkan tingkat kepatuhan di kisaran 61 - 75 persen. Bahkan terdapat 71 kabupaten/kota kurang dari 60 persen.

Untuk aspek kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, didominasi kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan melebihi 75 persen yaitu sebnyak 275 kabupaten/kota.

Sayangnya masih terdapat 104 kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan 61 - 75 persen. Bahkan 74 daerah masih melaporkan tingkat kepatuhan di bawah 60 persen.

 

2 dari 3 halaman

Berdampak Pada Turunnya Kasus Positif

Wiku menambahkan perkembangan peta zonasi kepatuhan protokol kesehatan itu sejalan dengan kasus positif Covid-19 mingguan yang juga terlihat membaik. Pada 3 minggu pertama penerapan PPKM kabupaten/kota Jawa - Bali, terlihat grafiknya yang terus meningkat.

Namun grafik kasus positif menurun pada minggu PPKM mikro, meskipun sedikit meningkat pada minggu ini atau minggu kedua. Hal ini sejalan dengan grafik kepatuhan memakai masker, yang mana grafiknya terlihat menurun sebelum PPKM hingga minggu keempat PPKM. Dan selanjutnya grafiknya terus meningkat hingga saat ini atau minggu kedua PPKM mikro.

Pada grafik kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, terlihat terus meningkat sejak PPKM hingga minggu kedua PPKM mikro atau terus meningkat selama 4 minggu berturut-turut.

 

3 dari 3 halaman

Pesan Buat Masyarakat Berimunitas Kuat

" Hal ini menunjukkan bahwa pada umumnya, ketika terjadi penurunan pada kepatuhan protokol kesehatan, maka penambahan kasus positif cenderung meningkat," lanjut Wiku.

Melihat tren tersebut, Wiku menganjurkan masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan terutama untuk kelompok usia produktif yang imunitasnya kuat dan masih beraktivitas di luar rumah. Meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kelompok ini diharapkan segera berganti pakaian dan membersihkan diri setibanya di rumah .

Kelompok masyarakat ini juga diharapkan menghindari langsung kontak dengan anggota keluarga kelompok usia rentan.(sah)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar