Antusiasme Para Guru Mendapatkan Vaksin Covid-19

Reporter : Nur Ulfa
Minggu, 28 Februari 2021 20:52
Antusiasme Para Guru Mendapatkan Vaksin Covid-19
dimulai dari 7 provinsi

Dream - Usai tenaga medis yang mendapatkan vaksin Covid-19, kini giliran pelayan publik. Salah satunya adalah Tenaga Kependidikan (TKP) yang diprioritaskan untuk tahap ke dua.

Menurut Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, untuk tenaga Kependidikan dirasa sangat penting mendapatkan prioritas utama karena rentan dengan risiko terpapar Covid-19.

" Dengan vaksinasi ini memberikan proteksi spesifik, dengan adanya proteksi dan kekebalan kelompok yang kita bangun bersama, maka kelompok yang tidak bisa mendapatkan vaksin akan turut terlindungi," kata Siti Nadia Tarmizi dikutip daari covid19.go.id, Minggu 28 Maret 2021.

1 dari 2 halaman

Antusias Pengajar

Tenaga pendidikan mendapatkan vaksin sudah mulai dari 24 Februari 2021 yang diberikan secara bertahap sesuai dengan tingkatan jenjang pendidikan. Mulai dari PAUD, RA, SD MI, dan SLB, selanjutnya SMP, MTs, SMA, MA, SMK, hingga ke perguruan tinggi dan sederajat.

Kebijakan vaksinasi untuk PTK diambil sebagai langkah untuk mengurangi kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa atau learning lost akibat pandemi Covid-19.

Tterutama bagi yang paling kesulitan menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti peserta didik PAUD, SD, dan SLB.serta untuk mendukung akselerasi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

" Vaksinasi diberikan bagi seluruh PTK dari setiap jenjang di satuan pendidikan negeri dan swasta, baik formal maupun non-formal, termasuk pendidikan keagamaan di bawah binaan Kementerian Agama," kata Dr. H. Yaswardi, M.Si, Direktur Kemendikbud.

Saat memebrikan pengumuman bahwa guru mendapatkan prioritas utama, tak ada satupun yang menolak dan menerima baik akan hal ini. Justru mereka sangat antusias bisa mendapatkan vaksin.

" Guru-guru siap dan antusias menyambut program vaksinasi ini. Sampai memang banyak yang bertanya bagaimana prosesnya hingga di daerah-daerah.," kata Prof. Dr. Unifah Rosyidi, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI)

 

2 dari 2 halaman

Sebagai awal dimulai dari 7 Provinsi untuk di wilyah yang tingkat penularannya tinggi, kemudian dilanjutkan ke provinsi lain sebanyak 11 juta vaksin.

" Kita punya pangkalan data PTK yaitu dapodik dan PDDIKTI. Prioritas memang kepada tujuh provinsi awal, tapi kita tetap melakukan pemetaan terhadap provinsi-provinsi lainnya," kata Dr. Yaswardi.

Selain itu Dr. Yaswardi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran kunci dalam memastikan kesuksesan vaksinasi PTK.

“ Pemerintah pusat berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota akan memastikan pelaksanaan vaksinasi PTK berjalan dengan baik sesuai arahan Presiden. Kita juga akan memperhatikan respon pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait kesiapan melaksanakan pembelajaran tatap muka," katanya.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar