Deretan Kasus Kematian Binatang karena Sampah Plastik

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 10 Maret 2021 14:00
Deretan Kasus Kematian Binatang karena Sampah Plastik
Kasus kudanil di taman wisata menambah daftar jumlah hewan yang menelan sampah plastik.

Dream - Sampah plastik memang berbahaya untuk lingkungan. Tak hanya bagi alam dan manusia, sampah plastik juga membahayakan binatang.

Tentu kita sering mendengar kabar tragis hewan-hewan di laut yang menemui masalah dengan sampah plastik. Dulu, kita melihat ikan paus yang menelan berkilo-kilo sampah plastik.

Ada pula ratusan penyu di lautan yang mati karena makan dan terjerat sampah plastik. Nasib mereka sungguh tragis.

Terbaru, sikap tidak terpuji ditunjukkan oleh pengunjung Taman Safari Indonesia di Cisarua, Bogoor, Jawa Barat. Pengunjung bermobil itu melemparkan sampah plastik ke mulut kuda nil.

Pelaku pelemparan sampah plastik ke kuda nil itu telah meminta maaf. Namun proses hukum terus dilanjutkan.

" Saat ini Ibu Khadijah sudah dibawa oleh pihak berwenang untuk di proses secara hukum. Terima kasih Explorer atas perhatiannya kepada seluruh satwa Taman Safari Indonesia???? Salam Lestari!????," tulis akun Instagram @taman_safari, Selasa, 9 Maret 2021.

Kasus tersebut menambah daftar jumlah hewan yang menelan sampah plastik. Bahkan sempat beredar kasus banyak hewan meninggal karena mengonsumsi sampah dalam jumlah besar.

 

1 dari 3 halaman

Kematian Paus di Sulawesi Tenggara

Pada 29 November 2018, seekor paus mati terdampar di Pulau Kapota, Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Paus tersebut ditemukan nelayan dalam kondisi sudah mati dan mulai membusuk. Sampah yang ada di dalam perut ikan paus tersebut terdapat banyak sampah plastik.

" 5,9 kg sampah plastik ditemukan di dlm perut paus malang ini! Sampah plastik yaitu: plastik keras (19 pcs, 140 gr), botol plastik (4 pcs, 150 gr), kantong plastik (25 pcs, 260 gr), sandal jepit (2 pcs, 270 gr), didominasi o/ tali rafia (3,26 kg) & gelas plastik (115 pcs, 750 gr)," tulis akun Twitter WWF Indonesia memberi perincian, 19 November 2018.

 

 

2 dari 3 halaman

Ikan Duyung

Pada Agustus 2019, peristiwa seekor ikan duyung mati karena menelan sampah plastik dengan jumlah banyak terjadi di Thailand. Diketahui hewan tersebut terluka karena infeksi di dalam perutnya, lantaran terdapat banyak potongan sampah plastik.

Kesimpulan yang diambil sekitar lima jam setelah autopsi menyatakan sampah plastik itu berkontribusi pada kematian ikan duyung tersebut. Sampah-sampah plastik itu dinyatakan telah memicu radang perut dan infeksi darah.

" Banyak potongan kecil plastik yang menyumbat ususnya dan menyebabkan peradangan, yang memicu infeksi darah dan radang paru-paru," tulis Natarika, salah satu dokter hewan yang menangani kasus tersebut dilansir dari Reuters, Sabtu 17 Agustus 2019.

3 dari 3 halaman

Rusa

Tak hanya dua hewan tersebut, rusa yang ditemukan di Provinsi Nan, Thailand Utara, pada Juli 2019, diketahui mati lantaran ditemukannya sejumlah sampah plastik dalam perutnya.

Dilansir dari AFP, 27 Juli 2019, rusa tersebut diketahui telah menelan 7 kilogram sampah plastik. Direktur area dilindungi di Taman Nasional Khun Sathan, Kriangsak Thanompun, Thailand menyatakan bahwa sampah plastik berkontribusi pada kematian rusa liar itu.

" Autopsi menemukan sampah plastik di perut, yang merupakan salah satu penyebab kematiannya," sebut Kriangsak.

Sumber: Liputan6.com dan sumber lain

Beri Komentar