JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi (Huffingtonpost)
Dream - Lal Singh putus asa. Petani dari desa Mohanpura di negara bagian Madhya Pradesh India Tengah itu menyaksikan hujan lebat dan hujan batu es menghancurkan panen demi panen, sementara utangnya telah menumpuk.
Akhirnya, Agustus lalu, Singh yang tidak punya pilihan lain untuk memberi makan keluarganya, menjual dua putranya ke seorang gembala untuk bekerja selama satu tahun. Singh menerima uang US$ 500 (Rp 6,5 juta) sebagai imbalannya.
" Saya tidak punya uang untuk membayar utang. Saya membutuhkan lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan dan meneruskan bercocok tanam," kata Singh dalam sebuah wawancara di Mohanpura dikutip Dream dari Daily Mail, Sabtu 23 Mei 2015.
Dia membuat keputusan, meskipun tahu itu ilegal. Anak-anaknya bisa saja diperlakukan seenaknya dan dipaksa bekerja secara kejam.
Gagal panen yang disebabkan oleh cuaca ekstrim membuat banyak petani di Madhya Pradesh putus asa. Banyak dari mereka yang akhirnya bunuh diri dan terpaksa terlibat dalam perdagangan anak, kata para pejabat.
Menurut Rajnish Shrivastava, relawan di kabupaten Harda, pemerintah telah menyelamatkan lima anak dari kerja paksa pada April. Semuanya berasal dari kabupaten Khargone dan Harda.
Ia percaya mungkin ada banyak kasus lain dari perdagangan anak-anak petani yang menjual anaknya demi uang.
" Ini sangat mengkhawatirkan bahwa petani terpaksa menjual anak-anak mereka untuk membayar utang. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak disalahgunakan dan diperdagangkan dengan cara ini," katanya.
Delapan bulan setelah dijual ke gembala, anak-anak Singh bersama tiga anak lainnya berhasil diselamatkan, kata Shrivastava. Sumit, 12, dan Amit, 11, melarikan diri dari gembala dan dibawa ke tempat penampungan lokal.
Awalnya enggan untuk kembali ke keluarga karena takut reaksi orangtua, anak-anak tersebut sekarang telah kembali ke rumah mereka.
" Tugas kami adalah untuk menjaga domba dan hewan lainnya," kata Amit kepada Thomson Reuters Foundation. " (Gembala) selalu menyalahkan kami karena masalah sepele. Kami bahkan tidak diberi makan dua kali sehari. Karena tidak tahan kami mengambil keberanian untuk melarikan diri."
Pihak berwenang telah memerintahkan penyelidikan, sementara gembala yang diduga membeli lima anak yang diselamatkan itu telah didakwa melanggar hukum anak-anak dan sedang menunggu sidang, kata Shrivastava.
Menurut data pemerintah, negara bagian Madhya Pradesh adalah di antara yang paling terpukul tahun ini, dengan lebih dari 570.000 hektar tanaman rabi - gandum dan tanaman lainnya yang ditabur di musim dingin dan dipanen pada musim semi - hancur oleh hujan lebat dan hujan es.
Sekitar 40 petani melakukan bunuh diri atau meninggal karena sakit yang berhubungan dengan stres di Madhya Pradesh saja antara Februari dan Mei 2015, polisi negara bagian dan pejabat mengatakan.
Situasi sulit tersebut juga melanda beberapa negara bagian lainnya, termasuk Maharashtra, Rajasthan, dan Punjab, kata Sachin Jain, seorang aktivis pangan di India.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun