Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Gempa berkekuatan cukup besar, magnituod 6,1 mengguncang Melonguane, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara pagi ini (Sabtu, 22 Januari 2022).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa yang terjadi pukul 09.26 WIB itu terjadi di kedalaman 12 km pada 3.67 LU-126.82 BT. Pusat gempa berada di laut 39 km Tenggara Melonguane.
Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan kedalaman gempa di Melonguane dangkal. Intensitas guncangan diindikasikan mencapai VI skala MMI.
Skala ini dimaknai sebagai getaran dirasakan oleh semua penduduk dan mengakibatkan kerusakan ringan.
#Gempa Mag:6.1, 22-Jan-22 09:26:13 WIB, Lok:3.67 LU, 126.82 BT (Pusat gempa berada di laut 39 km Tenggara Melonguane), Kedlmn:12 Km Dirasakan (MMI) III-IV Melonguane #BMKG pic.twitter.com/HisrP3bzcN
— BMKG (@infoBMKG)January 22, 2022
Dalam cuitan di aku Twitternya, Daryono menunjukan dua foto yang mempelihatan dampak gempa yang menyebabkan kaca sebuah rumah ibadah pecah.
Menurut Daryono Gempa Talaud ini memiliki mekanisme naik (thrust faul) akibat adanya gaya kompresi atau tekanan yang kuat. Gempa ini terjadi akibat deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku.
" Guncangan gempa M6,0 di Kep Talaud dirasakan di Melonguane Talaud III - IV MMI . Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di Desa Pangeran, Pulau Kabaruan yg ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bhw gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," tulisnya.
Pasca gempa pagi tadi Daryono melaporkan Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya lima aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo terbesar M3,7 hingga pukul 10.19
Sementara itu laporan resmi BMKG hingga saat ini belum merilis laporan adanya kerusakan akibat gempa yang mengguncang Melonguane.
Gempa Kep. Talaud M6,0 memiliki mekanisme naik (thrust fault) akibat adanya gaya kompressi/tekanan yang kuat. pic.twitter.com/LrSMF7El9F
— DARYONO BMKG (@DaryonoBMKG)January 22, 2022
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya