Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Wakil Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Priyo Budi Santoso menyarankan pemerintah tidak terlampau reaktif menanggapi berita-berita bohong (hoax) yang beredar di media sosial.
Sikap reaktif pemerintah, kata Priyo, justru akan menimbulkan antipati dari masyarakat.
" Saya apresiasi pemerintah untuk melakukan pengaturan akan hal itu (berita hoax di media sosial). Tetapi kalau usaha dan rencana itu hanya respons sesaat itu sangat saya sayangkan," kata Priyo di Menteng, Jakarta, Selasa, 3 Januari 2016.
Menurut dia, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harusnya mengatur kemerdekaan berbicara di dunia maya, termasuk batas-batas aturan hukum. Pemerintah tidak boleh menghukum individu sebagai reaksi karena berita bohong itu. Langkah itu justru bisa membahayakan pemerintahan.
Priyo pun menyarankan pemerintah untuk melakukan pembahasan lebih mendalam bersama DPR.
" Kalau hanya keluar maklumat, peraturan menteri, peraturan kapolri, BIN, itu tidak sehat dan nanti akan menimbulkan arus balik yang antipati," kata dia.
Lebih jauh, Priyo berpendapat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebetulnya telah mengatur etika di media sosial. Sehingga, aturan hukum baru tidak terlalu diperlukan.
" Kami dahulu membuat UU itu bukan dalam rangka membungkam, yang tidak boleh itu menyebarkan fitnah, berita bohong, yang kemudian memprovokasi sesuatu," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya