Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dr. Slamet Budiarto (Foto: YouTube BNBP)
Dream - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr. Slamet Budiarto, SH., MH.Kes memastikan para dokter dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bekerja menangani pasien Covid-19 tidak mengeluhkan tentang tanggung jawab kemanusian yang selama ini mereka jalankan.
Namun, layaknya seorang manusia, semangat tinggi para tenaga medis ini juga bisa menghadapi kelelahan ketika harus menangani kewajiban yang berlebihan. Masyarakat diimbau untuk menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah terinfeksi Covid-19 yang secara tak langsung mengurangi beban tanggung jawab para dokter.
Slamet menceritakan, para dokter dan nakes yang menangani pasien Covid-19 selama ini tak pernah mengeluhkan jam kerja dokter yang cenderung melebihi batas kondisi normal. Hal itu bisa terlaksana karena naluri para dokter dan Nakes yang tinggi terhadap kemanusiaan.
“ Walaupun waktu melebihi 8 atau 9 jam, kalau tidak ada dokter lain, maka dokter tersebut dengan senang hati akan melayani masyarakat. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan,” kata Slamet dalam konferensi pers BNPB, Senin 5 September 2020.

Slamet menambahkan, penurunan jumlah pasien Covid-19 akan sangat membantu meringankan pekerjaan para dokter.
“ Sampai saat ini kami masih tetap semangat, kami niatkan ibadah untuk negara Republik Indonesia,” katanya.
Diungkapkan Slamet, selama ini IDI belum menerima curahan hati dokter dan tenaga medis, terutama di daerah, terkait kesulitan selama pelayanan COVID-19.
“ Tidak ada, rata-rata mereka justru melaporkan jumlah tenaga medis yang bertugas tanpa ada keluhan sama sekali. Mereka niatnya mulia, bahkan ketika istri melarang pun mereka tetap bekerja.”
Para dokter dan tenaga medis senantiasa bekerja sesuai SOP, sumpah, dan kode etik. Namun Slamet mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menjalankan protokol kesehatan.
Upaya minimal yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan menjalankan program 3M saat terpaksa beraktivitas di luar rumah atau sedang berada di rumah. Program 3M ini adalah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak saat berada di kerumunan.
Kepada pemerintah IDI juga berpesan agar semua kebutuhan logistik terkait dengan pengobatan bisa tercukupi termasuk ventilator maupun obat-obatan. Pasokan ini penting seiring program pemerintah yang saat ini fokus pada upaya menurunkan angka infeksi dan kematian.
" Jadi kalau kita sudah siap tapi obatnya tidak ada kan akan mengganggu pelayanan.”
Ketersediaan obat dan alat menjadi satu-satunya hal yang disampaikan oleh para dokter di berbagai daerah. “ Kalau mengeluh karena cape itu gak ada, mereka bekerja sesuai pedoman dari Kementerian Kesehatan,” tutupnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya