Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Indonesia dipastikan bakal menerima sebanyak 13,7 juta sampai 23,1 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Astra Zeneca melalui mekanisme Covax Facility. Sebanyak 25-35 persen kuaota vaksin akan dikirimkan pada kuartal pertama persen sisanya dan menyususl di kuartal kedua sesuai ketentuan yang ditetapkan GAVI.
Distribusi akan dilakukan Astra Zeneca setelah mendapatkan Emergency Use Listing dari WHO dan telah divalidasi oleh Satuan Tugas Alokasi Vaksin Independen (AIVG). Selain itu juga ketersediaan suplai manufaktur sesuai perkiraan.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi segera menindaklanjuti konfirmasi tersebut dengan koordinasi bersama Menteri Kesehatan. Sejumlah persiapan segera dijalankan sebelum vaksin dikirim seperti regulasi berupa kesiapan Emergency Use Authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jalur distribusi, serta rencana vaksinasi nasional.
Persiapan ini dijalankan sejalan dengan langkah mempersiapkan kelengkapan administrasi kepada Sekretariat GAVI. Retno telah berbicara dengan CEO GAVI, Seth Berkley, membahas sejumlah isu vaksin multilateral.
Isu alokasi vaksin ini juga dibahas dalam pertemuan COVAX-AMC Engagement Group yang dipimpin oleh Ketua Bersama, yaitu Menlu RI, Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada pada 27 Januari 2021.
Proses panjang diperolehnya vaksin multilateral melalui Covax Facilities ini dimulai sejak penyampaian joint letter Menlu dan Menkes kepada CEO GAVI. Isinya berupa Expression of Interest/EoI bergabungnya Indonesia di dalam Covax AMC92.
EoI secara langsung disampaikan pada kunjungan Menlu dan MenBUMN ke Jenewa, Oktober 2020. Proses ini terus dikawal melalui kerja sama dan kolaborasi berbagai instansi di Indonesia yaitu Kemenkes, Kemen BUMN, Kemenkeu, BPOM dan Kemenlu.
Diplomasi Indonesia akan terus memastikan berbagai komitmen pasokan vaksin baik dari jalur bilateral dan multilateral untuk mendukung kelancaran proses vaksinasi nasional, dikutip dari Kemlu.go.id.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya