Hotel di Bodebek dan Bandung Berminat Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 21 September 2020 07:01
Hotel di Bodebek dan Bandung Berminat Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Hotel-hotel yang masuk program ini diproyeksikan di Bodebek dan Bandung Raya.

Dream - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap melaksanakan program gagasan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Program tersebut yaitu memanfaatkan hotel sebagai fasilitas isolasi bagi kasus positif Covid-19 terkonfirmasi baik tanpa gejala maupun bergejala ringan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Dedi Taufik, sudah membuka komunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar terkait persiapan mekanismenya.

" Secara prinsip, pihak PHRI menyambut positif dengan program dari pemerintah pusat ini. Selain karena pertimbangan sisi kemanusiaan, kebijakan ini juga menjadi peluang baru agar kinerja perusahaan bisa bertahan di tengah pandemi," ujar Dedi, dikutip dari Merdeka.com.

 

1 dari 2 halaman

Fokus Hotel di Kawasan Zona Merah

Tetapi, Dedi belum dapat mengungkapkan jumlah pasti hotel yang akan terlibat dalam program ini. Ada beberapa hotel yang sudah mengajukan tawaran kepada Dinas Kesehatan di masing-masing daerah, seperti di Kota Bogor.

" Targetnya hotel yang berpartisipasi ini bisa merata di semua daerah, tapi mungkin untuk saat ini fokus di zona merah. Mudah-mudahan persiapan, koordinasi dengan pengusaha hotel termasuk dinas terkait dan kementerian bisa berjalan cepat dan baik," kata Dedi.

 

2 dari 2 halaman

Hotel di Bodebek dan Bandung Sudah Bersedia

Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar, mengatakan saat ini pihaknya sedang menginventarisasi hotel yang direkomendasikan sebagai fasilitas isolasi. Sejauh ini, hotel yang direncanakan masuk dalam program tersebut berada di kawasan Bogor, Depok, Bekasi dan Bandung Raya.

" Kita sedang mendata hotel yang bersedia digunakan untuk isolasi pasien Covid-19. Tadi malam saya berkirim surat ke ketua-ketua DPC, kan baru kemarin malam pemberitahuannya," kaka Herman.

Herman berharap program ini dapat memicu pertumbuhan pendapatan pada industri perhotelan. Di masa pandemi sekarang, kata dia, okupansi hotel rata-rata sekitar 10 persen.

(Sumber: Merdeka.com/Aksara Bebey)

Beri Komentar