Jangan Ditolak! Lacak Kontak Bisa Selamatkan Pasien Covid-19

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Senin, 23 November 2020 09:12
Jangan Ditolak! Lacak Kontak Bisa Selamatkan Pasien Covid-19
Semakin cepat diketahui, penularan bisa lebih mudah dicegah dan diatasi.

Dream - Kasus baru Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tinggi setelah libur panjang, demo dan acara penyambutan tokoh agama. Sangat penting untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan 3 T, tracing, tracking and treatment atau pemeriksaan, pelacakan dan perawatan yang tepat kepada pasien tertular.

Deteksi dini Covid-19 dapat lebih mudah diatasi dan memiliki angka harapan hidup lebih tinggi. Sebaliknya bila terlambat, risiko kematian akan semakin tinggi. Terutama jika pasien juga memiliki penyakit bawaan.

Sayangnya, pemeriksaan dan pelacakan tidak mudah dilakukan karena terjadi penolakan di masyarakat. Fenomena ini muncul karena masih terdapat stigma negatif bagi seseorang yang divonis menderita Covid-19.

" Padahal, masyarakat tak perlu takut karena mayoritas penderita Covid-19 sembuh.  Di Indonesia sekarang angka kesembuhan telah menembus 83,9 persen dari kasus aktif, jauh di atas kesembuhan dunia yang di level 69 persen," tutur Doni Monardo, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, dikutip dari siaran pers yang diterima Dream, Minggu 22 November 2020.

1 dari 4 halaman

Jangan Ditolak

Menurut Doni, titik paling krusial saat ini dalam memperkecil risiko kematian akibat Covid-19 dengan menjaga agar pasien tidak berpindah fase atau kategori sakit. Pasien sedapat mungkin berada di tahap gejala ringan sehingga mudah disembuhkan.

Satgas Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Daerah telah menurunkan lebih dari 5.000 relawan pelacak kontak (tracer) untuk melakukan deteksi awal penularan di 10 prioritas.

Saat ini para tracer tengah mengalami persinggungan dengan masyarakat untuk memutus rantai penularan. Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K Gintings menegaskan bahwa ini merupakan sebuah gerakan kemasyarakatan non partisan, untuk kemanusiaan, non diskriminatif dan pro terhadap kehidupan.

" Nilai ini perlu ditanamkan sehingga masyarakat tidak perlu resisten agar anggota di lapangan bekerja aman dan nyaman dan tidak dicurigai. Tim pelacak kontak adalah sahabat masyarakat yang menolong saya, keluarga dan sahabat-sahabat semua dari rantai penularan Covid-19," tuturnya.

Selain menerima tim relawan dengan baik, masyarakat sebaiknya dapat bersikap koperatif ketika petugas kesehatan datang untuk melacak kontak.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Contact Tracing Pada Pasien Covid-19, Seberapa Penting?

Dream - Mereka yang terjangkit virus Covid-19 harus segera melakukan isolasi dan menjalankan protokol kesehatan ketat. Bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, dianjurkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit atau area isolasi yang dianjurkan petugas Satgas Covid-19 setempat.

Tak hanya itu, pasien Covid-19 juga harus menjalani wawancara soal kontak dan lokasi mana saja yang didatangi sebelum dinyatakan positif Covid-19. Proses wawancara ini dilakukan oleh tenaga kesehatan yang merupakan contact tracing atau penelusuran kontak.

Apa itu Contact Tracing?
Dikutip dari corona.jakarta.go.id, menurut Journal Healthcare Management Science, contact tracing (pelacakan kontak) merupakan kunci untuk memperlambat atau bahkan menghentikan penyebaran penyakit menular.

Hal ini tentu juga berlaku untuk penyakit Covid-19. Contact tracing adalah usaha tenaga kesehatan untuk mencari tahu siapa saja orang yang melakukan kontak dengan pasien yang terkena penyakit menular, untuk menghentikan persebaran lebih luas.

 

 

3 dari 4 halaman

Dalam kasus Covid-19, penularan virus terjadi melalui droplet, yaitu percikan liur yang keluar ketika seseorang berbicara, batuk, atau bersin. Penularan dapat terjadi apabila seseorang yang positif Covid-19 bertatap muka dengan orang lain dalam jarak kurang dari dua meter selama sekitar 15 menit.

Swab Tes Massal Stasiun Bekasi© (Herman Zakharia/Liputan6.com)

Maka, untuk melakukan penelusuran kontak dari kasus positif Covid-19, pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 akan diajukan beberapa pertanyaan terkait pergi ke tempat mana saja selama 14 hari terakhir dan bertemu siapa saja. Hal ini karena orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien dapat tertular dan menularkan kepada orang lain yang lebih luas.

 

4 dari 4 halaman

Untuk memperlambat dan menghentikan persebaran virus, orang-orang yang diketahui kontak dekat dengan pasien akan dihubungi, kemudian diinformasikan terkait kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Orang yang kontak erat dengan pasien akan diminta untuk waspada, memerhatikan gejala dan memeriksakan diri apakah dirinya ikut terinfeksi atau tidak, juga melakukan isolasi agar penyebaran virus tidak meluas.

Swab Tes Massal Stasiun Bekasi© (Herman Zakharia/Liputan6.com)

Dengan melakukan pelacakan kontak fisik (contact tracing), dinas Kesehatan setempat dapat mengetahui siapa saja yang berkontak erat dengan pasien positif, daerah-daerah mana yang warganya banyak terkena Covid-19, serta mengetahui klaster-klaster tempat penyebaran Covid-19.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

 

Beri Komentar