Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Moeldoko Dan Syekh Ali Jaber (Foto: Istimewa)
Dream - Kepala Staf Kepresidenan Meoldoko menjenguk Syekh Ali Jaber di kediamnnya di Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa 15 September 2020.
Moeldoko didampingi Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardhani menyampaikan rasa simpati, atas peristiwa penusukannya di Lampung yang terjadi beberapa hari lalu.
" Menjenguk kerabat yang sakit adalah salah satu anjuran Rasulullah sebagai amal mulia," ujar Moeldoko dalam keterangan tertulisnya.
Moeldoko pun menegaskan aparat keamanan saat ini sedang bekerja keras guna mengungkap dan menuntaskan kasus tersebut. Penyelidikan dan penyidikan, kata Moeldoko dipastikan akan dilakukan secara transparan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.
" Pemerintah mengecam keras aksi penusukan dan tindak kekerasan terhadap ulama. Pemerintah meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Ini bukan kriminalisasi ulama. Syekh Ali Jaber adalah korban," ucapnya.

Kunjungan Moeldoko merupakan wujud ukhuwah wathaniyah. Kepedulian dan keprihatinan kepada sesama, sambungnya, harus menjadi teladan bagi semua, terlebih lagi di era krisis seperti sekarang.
Dalam pertemuan itu, Syekh Ali Jaber berterima kasih atas kunjungan Moeldoko. Dia menjelaskan saat ini kondisinya telah membaik.
" Saya percaya kepolisian akan mengusut tuntas masalah ini. Tolong jangan kaitkan insiden ini dengan unsur-unsur politik," tegas Syekh Ali.
Syekh Ali Jaber juga berpesan kepada umat Islam agar tidak mudah terpancing dan diadu domba. Dia meminta agar masyarakat memberikan kepercayaan penuh terhadap proses yang tengah berlangsung.
" Jangan ada umat Islam yang mau diadu domba karena kejadian ini," pungkasnya.
Dream - Sebagai ulama yang namanya cukup dikenal, tidak lantas membuat Syekh Ali Jaber tinggi hati. Sifat tawadhu masih kuat melekat pada dirinya.
Seperti tatkala dia dijenguk oleh Menkopolhukam Mahfud MD pada Senin malam. Syekh Ali Jaber bahkan memanggil Mahmud dengan 'Guru'.
" Saya berterima kasih kehadiran Pak Menteri bisa silaturahim. Dan sebenarnya saya biasa panggil guru, nggak biasa panggil Pak Menteri," ujar Syekh Ali Jaber, dikutip dari Liputan6.com.
Syekh Ali Jaber menganggap kunjungan silaturahmi Mahfud kepadanya sebagai momen sangat berharga. Dia sangat kagum pada sosok Mahfud.
" Saya sangat kagumi kehadiran beliau, perhatian ini sangat berharga bagi saya," kata Syekh Ali.
Saat ini, kondisi Syekh Ali Jaber semakin pulih usai mengalami penusukan. Dia bersyukur mendapat perhatian dari banyak pihak terutama aparat keamanan.
" Saya terus membaik. Semenjak kejadian ini, Alhamdulillah, saya dapat perhatian dari aparat keamanan, semua turun tangan, mulai dari Pak Kapolda, Dandim, Kodim, semua," ucap Syekh Ali Jaber.
Sebelumnya, Mahfud meminta aparat tidak mudah percaya dengan pengakuan yang menyebut kondisi penusuk Syekh Ali Jaber mengalami gangguan kejiwaan. Dia tidak bisa begitu saja percaya dengan pengakuan tersebut.
" Spekulasi di masyarakat ada dugaan berdasarkan pengakuan keluarganya, si penusuk ini sakit jiwa. Tapi kita belum percaya," kata Mahfud.
Dia mengatakan penegak hukum akan bekerja sama dengan pihak terkait dalam pendalaman penyelidikan kasus ini. Mahfud menyatakan banyak cara untuk membuktikan apakah pelaku benar-benar mengalami gangguan jiwa atau tidak.
" Kita akan tahu dia sakit jiwa betul atau tidak setelah diselidiki. Kan ada tetangganya, ada jejak digitalnya. Kalau orang sakit jiwa jejak digitalnya kayak apa, keluarganya melihatnya kayak apa, tetangganya melihat kayak apa, teman-temannya melihatnya kayak apa. Baru kita dapat menyimpulkan dia sakit jiwa," kata Mahfud.
Di sisi lain, Mahfud prihatin dengan adanya insiden penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber. Mengingat Syekh Ali Jaber adalah ulama yang dakwahnya bisa diterima semua kalangan.
" Pemerintah sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi. Seorang ulama yang sangat baik, yang dakwah-dakwahnya diterima oleh semua kalangan karena tak pernah menyentuh soal politik, ternyata dianiaya atau ditusuk secara brutal oleh seseorang yang masih digali identitasnya," kata Mahfud.
Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya