Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jokowi Saat Buka Bersama Dengan Sejumlah Tokoh (Foto: Setkab)
Dream - Jokowi menyatakan tunduk dan mengikuti mekanisme serta aturan mengenai pemilu 2019. Calon presiden petahana bernama lengkap Joko Widodo ini menyerahkan keseluruhan hasil pemilu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
" Semua diatur konstitusi kita, semua diatur undang-undang, kita diatur oleh peraturan KPU. Ada semua, mekanismenya ada. Jadi mestinya semua melalui mekanisme yang sudah diatur konstitusi," kata Jokowi, dikutip dari laman Setkab, Kamis, 16 Mei 2019.
Jokowi mengatakan, pihak yang tak terima dengan hasil yang telah diumumkan KPU pada 22 Mei 2019, dapat menyelesaikannya ke Mahkamah Konstitusi (MK).
" Berdasarkan undang-undang, MK merupakan lembaga yang berwenang untuk memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum," ucap dia.
Seperti yang diketahui, lawan tanding Jokowi saat Pilpres 2019, Prabowo Subianto, menyatakan menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 yang dilakukan KPU. Prabowo beralasan, suara yang masuk ke situng KPU telah dimanipulasi.
" Sikap saya adalah saya akan menolak hasil perhitungan yang curang, kamu tidak bisa menerima keadilan, ketidakbenaran, dan ketidakjujuran," kata Prabowo, Selasa, 14 Mei 2019.
Prabowo berharap, KPU memperjuangkan kebenaran yang dia yakini.
" Kau yang harus memutuskan, kau yang harus memilih, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia atau meneruskan kebohongan ketidakadilan," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya