Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Vaksinasi Massal Untuk Upaya Perlindungan Masyarakat Dar Covid-19 (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
Dream – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan penambahan kasus Covid-19 yang signifikan dalam beberapa hari terakhir merupakan dampak dari periode libur Idul Fitri. Hal ini memacu munculnya kerumunan dan mobilitas yang tinggai di masyarakat.
Pernyataan Wiku tersebut disampaikan saat menyampaikan perkembangan kasus harian Covid-19 per tanggal 16 Juni 2021 yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (17/6/2021).
Mengutip data pada hari itu, terjadi pertambahan kasus positif sebanyak 9.944 dan jumlah kasus aktif mencapai 120.306 atau 6,2 persen. Sedangkan jumlah kasus sembuh kumulatif adalah 1.763.870 atau 91 persen. Sedangkan kasus aktif meninggal adalah 53.476 atau 2,8 persen.
Menurut Wiku, munculnya kerumunan dan mobilitas menyebabkan potensi penyebaran dan penularan virus COvid-19 di masyarakat. Hal ini juga membuktikan bahwa covid-19 masih ada di hadapan masyarakat.
“ Adanya kenaikan ini masih terasa dampak periode libur idul fitri yang menimbulkan kerumunan dan meningkatkan potensi penularan seperti mengunjungi rumah sanak saudara, perjalanan keluara wilayah, wisata, maupun menuju pusat perbelanjaan,” terangnya dalam keterangan pers.

Melihat lonjakan kasus yang masih terus bertambah, Wiku memohon kepada seluruh masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan yang sudah mulai lengah dilakukan.
“ Mohon kepada seluruh lapisan masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan yang sudah mulai lengah beberapa minggu in,” katanya.
Penurunan kasus yang terjadi pada Bulan Februari 2021 lalu membuat masyarakat lengah dan mengira pandemi telah usai. Menurut Wiku, faktanya kenaikan pada minggu ini masih membuktikan bahwa Covid-19 masih ada di hadapan kita.
“ Adanya penurunan kasus yang kita rasakan pada bulan Februari, tidak dapat dipungkiri bisa membuat kita lengah dan merasa bahwa pandemi telah usai. namun kenyataannya kenaikan pada minggu ini bahwa covid masih ada dan pandemi ini nyata di hadapan kita,” lanjutnya.

Menurutnya lonjakan kasus ini mengingatkan kepada masyarakat untuk bersemangat menjalankan protokol keshatan dengan memakai masker saat keluar rumah, biasakan cuci tangan, bawa hand sanitizer kemanapun pergi, dan jaga jarak dengan orang lain saat di tempat umum.
“ Mungkin kini mulai terbiasa mendengar saudara dan kerabat kita yang terkena covid-19, keadaan ini bisa dijadikan pengingat untuk mengembalikan semangat kita untuk menjalankan protokol kesehatan sedisiplin mungkin dimanapun kita berada,” tambahnya.
“ Selalu gunakan masker saat di luar rumah maupun di tempat umum, menjaga jarak satu setengah meter dari orang lain, dan membiasakan cuci tangan secara rutin, biasakan membawa hand sanitizer kemanapun kita pergi. Sekali lagi saya ingatkan kita tidak pernah tahu dimana kita tertular covid19, waspada adalah kuncinya,” tegasnya.

Dalam mengantisipasi lonjakan kasus yang terjadi, pemerintah berusaha mengatur semaksimal mungkin dalam upaya mengatur operasional sektor sosial ekonomi. Hal ini dilakukan melalui instruksi Mendagri No. 13 Tahun 2021.
“ Bahwa pemerintah berupaya mengatur operasional sektor perkantoran dengan proporsi WFH sebanyak 75 persen di kabupaten/kota berzona merah dan WFH 50 persen di kabupaten/kota berzona oranye dan kuning. Penting untuk diingat pada saat WFh, pekerja tidak boleh melakukan mobilisasi ke daerah lain,” terang Wiku.
Selanjutnya kegiatan belajar mengajar di zona kuning dan oranye akan mengikuti keputusan Menteri Pendidikan Riset Teknologi, sedangkan di zona merah kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Sementara itu untuk pusat perbelanjaan dan fasilitas umum lainnya, maksimal pengunjung dibatasi 50 persen.

Kemudian, pemerintah juga mengatur kegiatan keagaaan melalui surat edaran Menteri Agama No. 13 Tahun 2021.
Menurut keterangan Wiku, dalam surat edaran ini kegiatan sosial keagamaan seperti ibadah, pengajian, pesta pernikshan di zona merah ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari covid 19 berdasarkan pernyataan oleh pemerintah daerah.
Selain itu, lanjut Wiku, testing adalah sebuah kewajiban untuk menyaring kasus positif sedini mungkin, namun pemeriksaan tersebut bukanlah kewajiban mutlak.
“ Tugas kita saat ini adalah untuk mematuhi protokol sebaik-baiknya, untuk meminimalisir terpapar dengan varian tersebut, dan bagi yang sakit dan terinfeksi untuk segera melakukan pengobatan sesuai prosedur untuk mempercepat proses penyembuhan,” kata Wiku.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya