Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bus Masuk Jurang. (Foto: Dream.co.id)
Dream - Kecelakaan bus masuk jurang hingga menelan korban jiwa kembali terjadi di Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kali ini menimpa bus pariwisata yang mengangkut rombongan karyawan dealer motor Honda PT Catur Putra Grup Bogor.
Bus dengan pelat nomor B 7025 GSA itu dilaporkan jatuh ke jurang sedalam 25 meter pada Sabtu kemarin.
Dilansir dari Merdeka.com, jumlah korban meninggal dunia saat ini telah mencapai 21 orang.
" 14 Orang masih kritis," kata Kapolres Sukabumi Kabupaten AKBP Nasriadi, Minggu (09/9).
Bus tersebut membawa rombongan karyawan PT Catur Putra Raya Bogor sebanyak 31 orang.
Mereka bermaksud mengadakan kegiatan gathering kantor di kawasan Cikidang.
View this post on Instagram
Sebelumnya telah terjadi kecelakaan serupa di kawasan Cikidang. Bus milik Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) bernomor polisi 1010-00 yang mengangkut belasan guru dari DKI Jakarta masuk ke jurang sedalam sekitar 100 meter di Tanjakan Cisarakan, Kampung Cisarakan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Danramil Palabuhanratu Kapten (Inf) Dudung Sumarna, sebelum bus masuk jurang, sempat mengalami rem blong sehingga sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya.
Berdasarkan informasi, rombongan guru sekolah dasar (SD) tersebut akan mengunjungi objek wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu.
Rombongan dilaporkan berangkat dari Jakarta Barat dan masuk Sukabumi sekitar pukul 22.00 WIB. Diduga untuk menyingkat perjalanan, rombongan guru SD itu menggunakan jalur alternatif Cikidang-Palabuhanratu.
Namun sekitar pukul 23.00 WIB, tepatnya di Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, bus tersebut mengalami rem blong sehingga jatuh ke jurang.
Taufik, petugas RSUD Pelabuhanratu, mengatakan kecelakaan rombongan guru dengan bus Lemhanas itu mengakibatkan 1 orang meninggal.
" Korban atas nama Saepul Bahri (45) alamat Kalideres, RT 08/01, Kelurahan/Kecamatan Kalideres Jakarta Barat," ujar Taufik kepada Merdeka.com, Sabtu (8/9).
Sumber: Merdeka/Wisnoe Moerti/Ronald
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya