Ini Tahapan Penanganan Pasien Diduga Terjangkit Virus Corona di Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 28 Januari 2020 08:02
Ini Tahapan Penanganan Pasien Diduga Terjangkit Virus Corona di Indonesia
Alhamdulillah, 13 kasus di Indonesia dinyatakan negatif terjangkit virus corona.

Dream - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono, memastikan akan terus memantau para pasien yang sebelumnya diduga terpapar virus corona. Hingga pemeriksaan kemarin, ke-13 pasien tersebut tak terbukti terjangkit virus corona.

" Kita mendapat sekarang 13 (pasien) dan hasilnya negatif. Dua masih sedang dilakukan pemeriksaan dan mudah-mudahan sudah ada (hasil laboratorium)," ujar Anung di Kemenkes, Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

Anung menjelaskan masa inkubasi virus Corona terjadi selama 1-14 hari. Selama masa inkubasi, pasien akan diperiksa secara intensif di laboratorium.

Apabila pasien sudah masuk ruang isolasi, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Anung, pasien yang mendapat perawata di ruang isolasi belum bisa disebut sebagai penderita virus Corona.

" Pertama, itu tahapannya people under ovservation. Kalau suspect dilakukan laboratorium ditemukan virus Corona disebut confirm," ucap dia.

Anung berharap, virus Corona yang saat ini menjadi perhatian dunia tidak masuk ke Indonesia. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga hidup sehat.

" Imun tubuhlah yang akan melawan (virus)," kata dia.(Sah)

1 dari 6 halaman

Wabah Virus Corona, Indonesia Tak Larang Warga China Berkunjung

Dream - Meski penyerabarn virus Corona semakin mengkhawatirkan, Indonesia belum meneluarkan larangan berkunjung untuk warga China, baik untuk kegiatan bisnis maupun wisata. Apalagi, seluruh bandara diklaim siap mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut.

“ Ini negara lain juga welcome. Kita juga harus welcome dan santun,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dikutip dari Merdeka.com.

Pemerintah Indonesia juga tidak melarang penerbangan ke seluruh wilayah China. Saat ini, Kemenhub baru melarang penerbangan dari dan ke Wuhan, wilayah di Negeri Tirai Bambu yang menjadi pusat penyebaran virus Corona.

" Memang menutup hanya Wuhan saja (terkait virus corona). Ke kota-kota lain kita tetap melakukan penerbangan," tambah Budi Karya.

2 dari 6 halaman

Maskapai Tanah Air Dilarang Terbang ke Wuhan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa maskapai Indonesia untuk sementara waktu tidak akan melakukan penerbangan ke Kota Wuhan. Ini diberlakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya wabah virus pneumonia melalui jalur penerbangan.

Wabah virus Corona penyebab pneumonia dipastikan mampu menular dari manusia ke manusia. Hal ini diungkap oleh ilmuwan asal China yang tengah melakukan penelitian tersebut.

Larangan ini disampaikan menindaklanjuti NOTAM G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing. Saat ini, ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan, yakni Sriwijaya Air dan Lion Air.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti, mengatakan, pihaknya akan melakukan antisipasi penyebaran virus pneumonia melalui jalur penerbangan.

" Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan," kata dia.

3 dari 6 halaman

Viral Video Tangis Dokter Merawat Pasien Corona: `Saya Ingin Hidup Juga`

Dream - Pesatnya penyebaran virus corona telah menyebabkan munculnya rasa frustasi dari tenaga medis di Tiongkok. Setelah viral seorang perawat yang menangis histeris, kini laman sosial media kembali melihat pria diduga dokter yang marah-marah saat melakukan sambungan telepon. 

Saking emosional dengan kondisi yang dihadapinya, dokter yang mengenakan kacamata dan masker itu tak kuasa lagi menahan tangis saat menelepon. 

Untuk diketahui, Wuhan saat ini memiliki 11 juta penduduk. Sejumlah rumah sakit di kota tersebut kewalahan melayani banyaknya jumlah pasien yang terus berdatangan.

Cepatnya penularan virus 2019-NCoV membuta para tenaga medis juga rentan terpapar. Terbukti, seorang dokter dikabarkan meninggal dunia setelah bekerja keras membantu pasien terinfeksi virus corona.

Kelelahan dan kecemasan petugas medis di Wuhan juga dialami dokter di video berikut ini.

Dimana terekam seorang dokter menangis di sela menghadapi banyaknya pasien akibat terkena virus corona.

Dari video terlihat dokter yang tak diketahui namanya itu tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.

4 dari 6 halaman

Ingin Hidup Juga

Dikutip dari World Of Buzz, sambil menangis dokter itu mengatakan bahwa dirinya juga ingin bertahan hidup.

" Saya ingin bertahan hidup juga, tetapi ada begitu banyak orang yang berbaring di tanah," kata dokter dalam rekaman video tersebut.

 DOkterDOkter © dream.co.id

Diketahui bahwa dokter itu tengah mencoba untuk menghubungi ketua rumah sakit.

" Kapan kami bisa melihatmu? Bagaimana kita bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga kita untuk Tahun Baru Imlek? Apa yang kamu lakukan?" ucapnya.

5 dari 6 halaman

Coba Ditenangkan

Melihat dokter itu dalam kondisi emosional, seorang wanita yang diduga rekannya berusaha menenangkannya.

Namun sang dokter seakan tak menghiraukannya. Ia malah berteriak kepada wanita itu.

" Kami ingin hidup! Lihat situasi ini!," ujar dokter sambil berteriak.

Dokter itu berteriak makin keras hingga seorang wanita menegurnya.

" Jangan ribut...," imbau seorang perawat.

" Saya tidak membuat keributan! Ada begitu banyak orang sakit di atas ranjang, apa yang kita lakukan?!," balas dokter lagi.

Berikut videonya:

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak