Pulihkan Pariwisata di 101 Daerah, Kemenparekraf Kucurkan Stimulus Rp3,3 T

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 23 Oktober 2020 14:35
Pulihkan Pariwisata di 101 Daerah, Kemenparekraf Kucurkan Stimulus Rp3,3 T
Kemenparekraf telah mengalokasikan Rp3,3 triliun untuk mengurangi beban sektor pariwisata.

Dream - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah meluncurkan program bantuan Dana Hibah Pariwisata sebesar Rp3,3 triliun. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi dampak pandemi Covid-19 sekaligus menjadi stimulus pulihnya industri pariwisata.

Kepala Sub Direktorat Investasi Pariwisata Kemenparekraf, Hengky Manurung, menjelaskan awalnya dana hibah ini direncanakan untuk meningkatkan jumlah kunjungan pada Maret-April, saat pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia. Tetapi pelaksanaan program ini terpaksa ditunda akibat kasus Covid-19 terus meninggi.

" Akhirnya bulan VII (Juli) kita reformating lagi dengan bentuk hibah ini. Diluncurkan di Oktober ini tapi untuk September sampai Desember," ujar Hengky dalam dialog yang disiarkan channel Youtube FMB9ID_IKP.

Hengky menjelaskan dasar perhitungan dana hibah ini yaitu pajak hotel dan restoran tahun 2019. Nantinya, dana ini akan ditransfer ke daerah yang telah mengajukan daftar hotel dan restoran yang membayar pajak tahun lalu.

" Syaratnya kami pastikan Pemda harus mengajukan surat permintaan untuk menjalankan program ini. Kemudian memberikan list hotel dan restoran kepada kami," kata Hengky.

1 dari 2 halaman

Daerah Dapat Ajukan Bantuan

Untuk alokasi, dia mengatakan pihaknya menyasar 101 kabupaten/kota. Para pemerintah daerah diminta untuk memberikan rekomendasi hotel dan restoran yang akan menerima dana bantuan ini.

" Kita harapkan dari 101 kabupaten/kota kurang lebih ada 85 persen sudah memberkan rekomendasi kepada kami. 70 persen (alokasi bantuan) untuk pelaku industri hotel dan restorang dan 30 persen untuk daerah," kata dia.

Selanjutnya, Hengky mengatakan pihaknya menargetkan setiap daerah penerima Dana Hibah Pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan di setiap destinasinya. Sehingga, semua destinasi siap menerima kunjungan wisatawan khususnya domestik atau nusantara.

" Target utamanya penerapan protokol kesehatan sehingga destinasi siap menerima kembali wisatawan nusantara yang sangat kita butuhkan," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Apresiasi PHRI

Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Maulana Yusran, mengapresiasi program bantuan yang dicanangkan Kemenparekraf. Dia menilai program ini dapat menjadi stimulus untuk membuat sektor pariwisata kembali menggeliat.

" Kami sering sampaikan kalau mau menyelamatkan pariwisata selamatkan dulu pelakunya. Ternyata pemerintah berhasil, terima kasih, bisa melihat dari sisi ini sehingga tidak rumit syaratnya karena pemerintah punya basis datanya," kata Maulana.

Apalagi, kata Maulana, dana bantuan ini tidak diberikan dengan syarat yang ketat. Sehingga, dia meyakini bantuan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku industri hotel dan restoran untuk pulih di tengah pandemi Covid-19.

" Dengan syarat dari pemerintah, kami apresiasi kami tidak disuruh ABCD-nya, terserahlah kalian mau ngapain yang penting untuk menyelamatkan supaya tetap bisa beroperasi," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar