Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah meluncurkan program bantuan Dana Hibah Pariwisata sebesar Rp3,3 triliun. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi dampak pandemi Covid-19 sekaligus menjadi stimulus pulihnya industri pariwisata.
Kepala Sub Direktorat Investasi Pariwisata Kemenparekraf, Hengky Manurung, menjelaskan awalnya dana hibah ini direncanakan untuk meningkatkan jumlah kunjungan pada Maret-April, saat pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia. Tetapi pelaksanaan program ini terpaksa ditunda akibat kasus Covid-19 terus meninggi.
" Akhirnya bulan VII (Juli) kita reformating lagi dengan bentuk hibah ini. Diluncurkan di Oktober ini tapi untuk September sampai Desember," ujar Hengky dalam dialog yang disiarkan channel Youtube FMB9ID_IKP.
Hengky menjelaskan dasar perhitungan dana hibah ini yaitu pajak hotel dan restoran tahun 2019. Nantinya, dana ini akan ditransfer ke daerah yang telah mengajukan daftar hotel dan restoran yang membayar pajak tahun lalu.
" Syaratnya kami pastikan Pemda harus mengajukan surat permintaan untuk menjalankan program ini. Kemudian memberikan list hotel dan restoran kepada kami," kata Hengky.
Untuk alokasi, dia mengatakan pihaknya menyasar 101 kabupaten/kota. Para pemerintah daerah diminta untuk memberikan rekomendasi hotel dan restoran yang akan menerima dana bantuan ini.
" Kita harapkan dari 101 kabupaten/kota kurang lebih ada 85 persen sudah memberkan rekomendasi kepada kami. 70 persen (alokasi bantuan) untuk pelaku industri hotel dan restorang dan 30 persen untuk daerah," kata dia.
Selanjutnya, Hengky mengatakan pihaknya menargetkan setiap daerah penerima Dana Hibah Pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan di setiap destinasinya. Sehingga, semua destinasi siap menerima kunjungan wisatawan khususnya domestik atau nusantara.
" Target utamanya penerapan protokol kesehatan sehingga destinasi siap menerima kembali wisatawan nusantara yang sangat kita butuhkan," kata dia.
Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Maulana Yusran, mengapresiasi program bantuan yang dicanangkan Kemenparekraf. Dia menilai program ini dapat menjadi stimulus untuk membuat sektor pariwisata kembali menggeliat.
" Kami sering sampaikan kalau mau menyelamatkan pariwisata selamatkan dulu pelakunya. Ternyata pemerintah berhasil, terima kasih, bisa melihat dari sisi ini sehingga tidak rumit syaratnya karena pemerintah punya basis datanya," kata Maulana.
Apalagi, kata Maulana, dana bantuan ini tidak diberikan dengan syarat yang ketat. Sehingga, dia meyakini bantuan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku industri hotel dan restoran untuk pulih di tengah pandemi Covid-19.
" Dengan syarat dari pemerintah, kami apresiasi kami tidak disuruh ABCD-nya, terserahlah kalian mau ngapain yang penting untuk menyelamatkan supaya tetap bisa beroperasi," kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang