Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Dengan Presiden Turki Vladimir Putin (Foto: Al Arabiya)
Dream - Kerja sama Arab Saudi dengan Rusia baru-baru ini cukup mengejutkan banyak pihak. Sebab, selama ini Arab Saudi dikenal memiliki koalisi Amerika Serikat yang kerap kali berseberangan dengan Rusia.
Menurut pandangan pengamat politik Timur Tengah dan dunia Islam, Hasibullah Satrawi saat ini Arab Saudi sedang memanfaatkan peta kontestasi politik regional di Timur Tengah yang dinamis. Hasibullah mengatakan, koalisi kekuatan negara-negara di Timur Tengah kerap memanfaatkan momentum.
" Tergantung siapa akan bertarung dengan siapa," kata Hasibullah kepada Dream, Selasa, 10 Oktober 2017.
Dia mencontohkan dinamisnya koalisi itu saat negara-negara di Timur Tengah menghadapi isu kemerdekaan Kurdistan. Rezim Turki, Iran, Suriah, dan Iraq misalnya bersatu untuk menghadapi Kurdistan.
Empat negara itu merasa terancam dengan kemerdekaan Kurdistan. Tetapi, kondisi ini berbeda saat keempat negara dihadapkan dengan isu Suriah.
" Misalkan Turki, satu koalisi dengan Amerika Serikat, kemudian, Iran sudah jelas, penyokong kekuatan Bashar Al Assad," ucap Hasibullah.
Dia juga berpandangan, kerja sama dengan Rusia dianggap wajar bagi para koalisi Amerika Serikat. Sebab, koalisi Negara Adidaya itu tidak memiliki solidaritas yang kuat.
" Ini diantisipasi betul oleh Arab Saudi, siapa tahu dapat menjalin kerja sama stategis dengan Moskow," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya