Ceramah di IPB, Ketum PBNU: Saatnya Negara Berbuat Adil kepada Rakyat

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 21 Januari 2020 10:00
Ceramah di IPB, Ketum PBNU: Saatnya Negara Berbuat Adil kepada Rakyat
Said menyoroti masih banyaknya masyarakat miskin di Indonesia.

Dream - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siraj, menyatakan saatnya negara berbuat adil kepada rakyat dengan cara mewujudkan kesejahteraan.

Seruan itu disampaikan Kiai Said saat menjadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan Pancasila dengan tema " Inspirasi, Kreasi Untuk SDM Unggul" di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen Istitut Pertanian Bogor, Minggu, 19 Januari 2020.

" Banyak kekayaan alam di negeri ini dikangkangi oleh sekelompok orang yang memiliki kekuasaan dan konglomerat," ujar Said, dikutip dari Santrinews.com.

Said menyoroti masih banyaknya masyarakat Indonesia yang hidup dalam keadaan miskin. Terutama mereka yang berada di daerah pinggiran.

 

1 dari 5 halaman

Kondisi Bertolak Belakang

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah. Sayangnya, kekayaan tersebut dikuasai segelintir orang.

" Sumber daya hutan, air, energi, dan kekayaan alam Indonesia lainnya banyak dikendalikan dan dikuasai oleh segelintir orang," ucap Said.

Lebih lanjut, Said mengingatkan agar masyarakat Indonesia, terutama umat Islam tidak lagi mempermasalahkan perbedaan kecil yang terjadi.

" Yang terpenting bagi kita adalah bahu membahu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat dan mengentaskan kemiskinan," kata dia.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Madrasah Kader Nahdlatul Ulama yang digelar Pengurus Cabang NU Kota Bogor. Seminar ini dihadiri Rektor IPB Arif Satria, Direktur Pengembangan Usaha dan Bisnis IPB Jaenal Effendi, Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto, serta warga Nahdliyin.

2 dari 5 halaman

Ketum PBNU: Nabi Muhammad Dijamin Leluhurnya Tidak Berzina

Dream - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa di Masjid Istiqlal, Jakarta. Lewat acara ini, NU mengajak umat Islam untuk selalu meneladani pribadi Rasulullah Muhammad SAW.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Nabi Muhammad adalah pribadi yang terjaga kesuciannya. Dia menyebutkan sanad Rasulullah dari ayahnya, Abdullah, hingga Nabi Adam AS adalah orang-orang yang terjaga dari dosa.

" Nabi Muhammad keturunan orang baik-baik. Dijaga oleh Allah. dari Adam AS, satu pun tidak ada yang berzina. Dijamin oleh Allah leluhurnya tidak ada yang berzina dalam rangka menjaga kesucian Nabi Muhammad," ujar Said, Kamis 21 November 2019.

Said mengatakan seluruh mukjizat yang diperoleh para nabi sumbernya dari Nur Rasulullah SAW. Sehingga, kata dia, keberkahan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW sudah tidak dapat dibantah lagi.

" Mukjizat para nabi, sumbernya Nabi Muhammad," ucap dia.

Atas hal itu, Said mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk menghormati Nabi Muhammad SAW. Tak lupa, ia juga mengajak untuk senantiasa menghormati para habaib sebagai keturunan Nabi Muhammad.

 

3 dari 5 halaman

Gelaran Mendunia

Kiai asal Cirebon peringatan Maulid Nabi merupakan acara yang tidak hanya diperingati di Indonesia saja. Melainkan di seluruh dunia.

" Saya Alhamdulillah pernah hadiri di Moskow, di Amerika ada, maulid Jepang ada, di Australia ramai. Apalagi di negara mayoritas Muslim," kata dia.

Said kemudian bercerita sejarah pertama kali Maulid Nabi dilaksanakan yakni pada 61 Hijriah. Saat itu peringatan tersebut digelar dilakukan oleh kelompok Syiah.

" Pertama kali diadakan oleh Khalifah Fathimiyyah di Mesir, pada 61 Hijriah, yang membangun kota Kairo, Jauhar. Jadi terus terang saja, nanti dikira Syiah, yang pertama kali mengadakan maulid, Fathimiyyah, bermazhab Syiah di Kairo," ujar dia.

Setelah itu, Gubernur Sunni di Irak zaman Khilafah Utsmaniyyah membuat beberapa perlombaan untuk membuat buku maulid.

" Yang menang konon Al Barzanji, maka dikirim ke Raja Aceh, dibalas dengan satu kapal rempah-rempah. Itu hadiah Raja Sultan Aceh, terima kasih atas hadiah, atas buku yang kita pakai sehari-hari," ucap dia.

Menurut Said menggelar Maulid Nabi merupakan sunah taqririyah. " Maulid Nabi sunah taqririyah, sunnah ada tiga, sunnah qauliyah, Sunnah fi'liyah, yang ketiga perkataan yang mengatakan bukan nabi, perilaku bukan nabi, tapi dibenarkan beliau  (Rasulullah). Maka menjadi sunah taqririyah," kata dia.

Ia mencontohkan ada sahabat memuji Nabi Muhammad di hadapannya secara langsung. Rasullullah sama sekali tidak melarangnya dan justru diberikan hadiah burdah, selimut yang sedang dipakai Rasulullah.

4 dari 5 halaman

Doakan Keselamatan Bangsa, NU Gelar Maulid Akbar di Masjid Istiqlal

Dream - Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat Muslim untuk hadir di Masjid Istiqlal. Ormas Islam terbesar di Indonesia ini akan menggelar Maulid Akbar pada Kamis, 21 November 2019 pukul 19.00 WIB.

" Saya mengimbau kepada seluruh umat Islam, wa bil khusus warga Nahdlatul Ulama agar hadir menyukseskan syiar haflah maulid maulidirrasul shallallahu 'alaihi wa sallam Kamis besok," ujar Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj, dikutip dari NU Online.

Said mengatakan siapapun yang mengikuti Maulid Nabi akan mendapatkan syafaatnya. Mengutip hadis shahih, Said mengatakan Abu Lahab akan diangkat dari neraka setiap Senin dan meminum air dari jarinya.

" Hanya karena menghormati kelahiran Nabi Muhammad sekali itu saja. Apalagi kalau kita setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun selalu memperingati maulidirrasul shallallahu 'alaihi wa sallam," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Doakan Bangsa

Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Misbah Munir Cholil mengatakan Maulid Akbar merupakan momentum yang tepat memperingati hari lahir Rasulullah Muhammad sekaligus menyambung silaturahmi antarumat Islam dengan ulama. Selain itu, Maulid Akbar tersebut nanti juga akan menjadi sarana mendoakan keselamatan bangsa dan negara.

" Semoga berkat Maulid Akbar ini, Indonesia senantiasa aman dan damai, baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur," kata Misbah.

Maulid Akbar ini akan dihadiri sejumlah ulama dan tokoh. Di antaranya, Rais Aam Jatman Habib Muhammad Lutfi bin Yahya; Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj; serta pengasuh Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah).

Tidak ketinggalan Deddy Corbuzier turut hadir dalam Maulid Akbar. Acara ini juga akan diramaikan dengan penampilan Gus Azmi dan Veve Zulfikar.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna