Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Facebook Wachyudi Muchsin
Dream - Kabar duka kembali datang dari tenaga medis di tengah pandemi corona. Salah satu dokter spesialis penyakit dalam, Dr. dr Adnan Ibrahim SpPD meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.
Dokter yang bekerja di RS Pelamonia Makassar itu menghembuskan napas terakhir di usia 47 tahun pada Jumat, 15 Agustus 2020. Ia sebelumnya telah menjalani perawatan selama 3 minggu di RS Wahidin Sudirohusodo, Sulawesi Selatan.
Kepergian dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini meninggalkan duka bagi para rekan sejawat. Selama mengenal almarhumah, dokter Adnan dikenal memiliki kepribadian baik.
Salah satu rekan almarhum mengunggah kesaksian terakhir mengenai kepergian Dr. dr Adnan Ibrahim SpPD.
" Saya dr Wachyudi Muchsin SH bersaksi engkau senior dan sejawat baik, bahkan teramat baik dan saya bersaksi ya Allah Rabbul alamiiin Adnan hambaMu adalah orang yang shalih," tulis dr. Wachyudi di Facebook.
Dr. Wachyudi menceritakan kondisi dr. Adnan sejak hari kedua terbaring di rumah sakit. Kala itu almarhum sudah memakai masker yang terhubung dengan mesin ventilator non-invasive karena sulit bernapas.
" Tapi di saat begitu, engkau masih menyempatkanmengirim isyarat untuk istri tercinta didepanmu. Di tautkan ujung telunjuk kanan kiri serta jempol tangan kanan kirimu, sebuah pertanda simbolik yang bermakna : I love You," ungkap dr. Wachyudi.
Di hari ke-8, Dr. dr Adnan Ibrahim SpPD diharuskan masuk ke ruang ICU. Saat itu ia masih memiliki kesadaran baik meski napas terasa semakin berat.
Di tengah perjuangannya untuk menarik napas, ia memerhatikan pasien di sebelahnya memiliki baju yang tersingkap.
" Dari balik masker snorkle engkau bisikkan ke telinga istri, 'Mi, tolong belikan pakaian pasien disebelah saya, kasihan kainnya sering tersingkap'," lanjut dr. Wachyudi.
Memasuki hari ke-9, ventilator non-invasive sudah tak mampu lagi mengkompensasi kebutuhan napas dr. Adnan. Tim dokter ICU memutuskan untuk mengintubasi.
Sebelum tindakan besar itu dilakukan, dr. Adnan meminta izin untuk melakukan sholat subuh di atas ranjang.
" Sholat yang senantiasa berpuluh tahun engkau jalani sebagai wujud kesetiaanmu sebagai seorang hamba pada khaliqNya, terasa sangat syahduh suasananya di pagi itu," ujarnya.

Foto: Facebook Wachyudi Muchsin
Sebelum terkapar di rumah sakit, dr. Adnan juga sempat berpesan pada rekan-rekan sejawat lewat grup Whatsapp.
" Kalau engkau pernah bilang di wag, tolong cari saya di akhirat nanti bila nasib saya " tdk beruntung..." tapi... sekarang kami semua yang semakin yakin sepenuhnya bahwa kami , yang malah berharap engkau menemukan kami nanti dikehidupan akhirat nanti," tuturnya.
Dr. dr Adnan Ibrahim SpPD merupakan dokter ke-5 di Makassar yang gugur melawan pandemi Covid-19. " Insya Allah 5 sejawat , guru dan senior kami amal ibadahnya diterima Allah SWT Alfatihah." tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya