Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Dream - Komunitas kesehatan Amerika Serikat yang terdiri dari para dokter dan tenaga medis mengecam aksi Presiden Donald Trump. Penyebabnya, Trump dengan seenaknya meninggalkan rumah sakit militer Walter Reed, tempat dia dikarantina akibat Covid-19, hanya untuk menyapa para pendukungnya.
Trump tertangkap kamera memakai masker di dalam mobil dan melambaikan tangan untuk menyapa para pendukungnya. Dia sempat keluar rumah sakit tidak terlalu, hanya untuk menunjukkan kondisinya membaik kepada para pendukungnya.
Para ahli mengeluhkan tindakan Trump yang telah melanggar pedoman kesehatan yang sebenarnya ditetapkan pemerintahnya sendiri. Pemerintah AS mewajibkan pasien Covid-19 menjalani karantina. Akibatnya, muncul kekhawatiran Trump telah menulari Pasukan Pengawal Presiden (Secret Service).
Kecaman sudah berulang kali diterima Trump lantaran tindakannya yang kerap melanggar protokol kesehatan masyarakat. Juga karena terlalu sering menyebarkan informasi salah mengenai pandemi Covid-19.
Sementara aksi terbarunya menimbulkan gelombang kritikan baik dari para ahli kesehatan maupun pengguna media sosial. Apalagi setelah dia mengaku banyak belajar tentang Covid-19 selama dirawat.
" Setiap orang yang ada dalam kendaraan selama kunjungan Presiden yang sama sekali tak penting itu sekarang harus dikarantina selama 14 hari," kata kepala pengobatan bencana di Universitas George Washington, James Phillips.
Phillips menyatakan para pengawal Presiden bisa matia hanya karena sandiwara politik Trump. " Ini adalah kegilaan," kata dia.
Gedung Putih segera bereaksi. Juru Bicara Gedung Putih, Judd Deere, mengatakan tindakan pencegahan yang " tepat" sudah dilakukan untuk melindungi Trump selama keluar dari RS.
" Gerakan itu diizinkan oleh tim medis karena aman dilakukan," kata Deere.
Tetapi, Ketua Departemen Etika Medis dan Kebijakan Kesehatan Universitas Pennsylvania, Zeke Emanuel, menyebut aksi Trump sebagai tindakan yang memalukan.
" Menyuruh pasukan pengawalnya berkendara dengan pasien Covid-19, dengan jendela terbuka, membuat mereka berisiko terinfeksi. Dan untuk apa? Sebuah aksi humas," cuit Emanuel.
Sumber: Times of Israel
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya