Korut Tuduh AS dan Korsel Semprot Barang Impor ke Negaranya dengan Virus Corona

Reporter : Sugiono
Jumat, 8 Mei 2020 04:01
Korut Tuduh AS dan Korsel Semprot Barang Impor ke Negaranya dengan Virus Corona
Kedua negara tersebut dituding telah menyebabkan wabah Covid-19 di Korea Utara.

Dream - Korea Utara dilaporkan menuduh Amerika Serikat dan Korea Selatan telah menyemprotkan virus corona pada barang yang diimpor ke negara itu.

Menurut Daily NK, sebuah sumber di selatan Provinsi Pyongan mengklaim bahwa kedua negara tersebut telah menyebabkan wabah Covid-19 di Korea Utara.

Dalam laporannya, surat kabar Korut itu mengatakan AS dan Korsel menyemprotkan virus corona ke barang ekspor sebelum mengirimnya ke negara pimpinan Kim Jong-un itu.

Sumber tersebut mengklaim tuduhan itu dibuat di sebuah pertemuan administrasi oleh seorang dosen. Lebih jauh, dosen itu bahkan memperingatkan yang hadir untuk berhati-hati jika mereka menemukan barang yang tidak biasa dan segera melaporkannya.

Baru-baru ini kemunculan Kim Jong-un menjadi bahan perbincangan hangat setelah dia jarang muncul di depan publik.

Apalagi Kim diketahui melewatkan perayaan ulang tahun kakeknya, Kim Il-sung, pada 15 April lalu. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang kondisi kesehatannya.

Beberapa rumor bahkan mengatakan bahwa Kim Jong-un meninggal dunia. Namun Daily NK mengabarkan bahwa dia menjalani operasi kardiovaskular.

Kim Jong-un baru muncul pada minggu lalu saat meresmikan pembukaan pabrik pupuk Suncheon untuk pertama kalinya.

Korea Utara adalah salah satu negara paling rapat menutup urusan dalam negerinya sehingga memastikan kesehatannya saja sulit bagi outlet berita di Barat.

Sumber: Daily Star

1 dari 5 halaman

Benarkah Kim Jong-un Sedang Sekarat dan Kritis?

Dream - Kondisi kesehatan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un diklaim kritis usai menjalani operasi. Kabar itu muncul dari laporan intelijen Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Kim diketahui melewatkan perayaan ulang tahun kakeknya pada 15 April lalu. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang kondisi kesehatannya.

Menurut pantauan intelijen AS, Kim tidak terlihat selama empat hari sebelum perayaan ulang tahun kakeknya.

Media online berbasis di Korea Selatan, Daily NK, melaporkan Kim baru saja menjalani operasi kardiovaskular pada 12 April 2020. Kim harus dioperasi lantaran kebiasaannya merokok, obesitas dan terlalu banyak bekerja.

Selain itu, Kim juga disebut sedang menerima perawatan di sebuah vila di Hyangsan.

 

2 dari 5 halaman

Tak Ada Pernyataan Resmi

Dikutip dari CNN, sumber dari Korsel mengatakan para pejabat tinggi Korut telah sadar akan berita yang diterbitkan oleh Daily NK.

Tetapi, Pemerintah Korut hingga hari ini belum mengeluarkan pernyataan terkait berita tersebut.

Gedung Biru Kepresidenan Korsel memberikan pernyataan tidak memiliki bukti apa-apa terkait berita yang beredar.

" Ada sejumlah rumor terbaru tentang kesehatan Kim (merokok, jantung, dan otak). Jika Kim dirawat di rumah sakit, itu akan menjelaskan mengapa dia tidak hadir pada perayaan 15 April yang penting," kata Bruce Klingner, seorang peneliti senior Heritage Foundation dan mantan wakil kepala divisi CIA untuk Korea Utara.

3 dari 5 halaman

Banyak Rumor

Klingner juga mengatakan selama bertahun-tahun, banyak rumor terkait kesehatan Kim maupun mendiang ayahnya, Kim Jong-il. " Kita harus menunggu dan melihat," kata dia.

Absennya Kim Jong-il dari parade ulang tahun Korea Utara ke-60 pada 2008 diikuti dengan rumor kesehatannya kian memburuk. Kemudian terungkap Kim mengalami stroke dan sejak itu kesehatannya kian memburuk hingga meninggal pada 2011.

Kim Jong-un juga pernah menghilang dari publik sebulan lamanya pada 2014. Kemudian kembali muncul dengan menggunakan tongkat.

Hal ini memicu spekulasi kesehatannya. Menurut intelijen Korsel, Kim memiliki kista yang baru diangkat pada pergelangan kakinya.

4 dari 5 halaman

180 Tentara Korut Dikabarkan Meninggal Akibat Virus Corona

Dream - Sejak awal merebaknya virus Corona, Korea Utara tak pernah muncul dalam pemberitaan. Namun, negara itu ternyata juga mengalami dampak mengerikan virus yang dikenal dengan nama Covid-19 tersebut.

Menurut laman Daily NK, Korut telah kehilangan 180 tentara karena terinfeksi virus Corona. Sumber internal militer Korut pada 6 Maret 2020 mengatakan, korps medis mengirim laporan yang merinci dampak Covid-19 di negara tersebut kepada para petinggi militer.

Laporan tersebut menyatakan 180 tentara tewas dalam rentang waktu Januari hingga Februari dan diperkirakan ada 3.700 tentara yang dikarantina.

Mereka yang tewas kebanyakan ditempatkan di perbatasan Sino-Korut. Tepatnya di Provinsi Pyongan, Chagang, Ryanggang, dan Hambyong Utara.

Laporan tersebut muncul setelah pemimpin militer memerintahkan setiap rumah sakit militer untuk mengumpulkan data jumlah tentara yang meninggal usai mengalami demam tinggi akibat pneumonia, tuberkulosa, asma atau pilek. Petinggi militer juga meminta rumah sakit untuk melaporkan jumlah mereka yang dikarantina.

Akibat laporan tersebut, para petinggi militer segera mengambil langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

5 dari 5 halaman

Bukan Kremasi

Tetapi, militer menerapkan cara yang berbeda dengan pemerintah dalam memperlakukan jenazah korban Corona. Militer menjalankan langkah disinfektasi secara menyeluruh, sedangkan pemerintah mengkremasi seluruh jenazah.

" Terlalu banyak jenazah (militer yang harus dikremasi) dan mereka tidak ingin berita (kremasi) bocor ke luar militer," kata sumber internal militer Korut.

" Saya tidak mendengar adanya anggota korps yang dikremasi di rumah sakit. Pemimpin militer kemungkinan yakin meminta seluruh jenazah dikremasi akan membuat para staf sakit kepala," tambah sumber tersebut.

Pihak berwenang juga meminta rumah sakit militer untuk mendisinfeksi area karantina tempat tentara yang sakit dirawat. Disinfeksi dijalankankan dengan menyemprotkan metanol.

Sementara para tentara dengan sistem imun yang lemah atau mengidah gejala penyakit diperintahkan untuk diobservasi lebih rinci.

Otoritas militer juga mengancam akan menghukum petinggi unit tentara yang gagal dalam menjalankan prosedur pencegahan virus corona.

Beri Komentar