Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebanyak 123 jemaah sholat Tarawih di Masjid Al Ikhlas Bluru, Sidoarjo, Jawa Timur, menjalani rapid test atau tes cepat. Hasilnya, enam orang di antaranya dinyatakan reaktif.
" Hasilnya dari 123 orang yang dilakukan rapid test, enam orang di antaranya menunjukkan hasil reaktif yang terdiri dari empat orang pria dan dua perempuan," ujar Kapolres Kota Sidoarjo, Kombes Sumardji, dikutip dari Merdeka.com.
Sumardji mengatakan rapid test juga digelar di Masjid Baitul Syakur di Jalan Raya Tropodo, Waru. Ada 29 orang yang menjalani rapid test di masjid tersebut usai sholat Tarawih.
" Hasilnya, semua non-reaktif," kata dia.
Enam orang tersebut selanjutnya menjalani tes swab. Ini untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak.
Sumardji mengatakan masih banyak orang membandel. Banyak yang masih tidak mau mengikuti aturan jam malam sepanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
" Satpol PP harusnya menutup tempat usaha karena yang punya kewenangan menutup Satpol PP, Polri dan TNI akan mem-backup," kata Sumardji.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman, mengatakan pihaknya terus menggencarkan ter sepat kepada masyarakat. " Lokasinya juga menyebar di berbagai area di Sidoarjo," kata dia.
Sumber: Merdeka.com/Raynaldo Ghiffari Lubabah
Dream - Ilmuwan Indonesia yang tergabung dalam Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman berhasil mencetak sejarah baru dalam penelitian virus SARS-CoV-2 (virus corona) penyebab Covid-19.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, LBM Eijkman berhasil menyelesaikan pengurutan sekuens asam nukleat RNA penyusun genom virus SARS-CoV-2 dari Indonesia.
Dengan menggunakan alat bernama Next-Generation Sequencing (NGS) di Pusat Genom Nasional LBM Eijkman, mereka mampu mengurutkan genom virus corona dari pasien Covid-19 di Indonesia.
" Tim LBM Eijkman berhasil mengurutkan genom tiga isolat virus yang berasal dari tiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia," bunyi siaran resmi LBM Eijkman.
Dikutip Dream di halaman resmi Eijkman Institute, 6 Mei 2020, ini adalah data sekuens lengkap pertama virus corona dari Indonesia yang telah diunggah ke pusat data GISAID.
Pusat data GISAID mendukung proses cepat dalam berbagi lebih dari 16.000 data virus corona di seluruh dunia.
Menurut LBM Eijkman, data awal dari 3 isolat ini akan sangat bermanfaat bagi penelitian lanjutan. Terutama yang terkait dengan epidemiologi (bagaimana virus berevolusi dan menyebar), pengembangan vaksin, dan obat antivirus.
Ke tiga sekuens lengkap dari genom virus SARS-COV-2 pada pasien Covid-19 Indonesia itu diberi nama dengan menggunakan ID. Masing-masing ID tersebut adalah EIJK2444, EIJK0141, dan EIJK0317.
Pradiptadjati Kusuma, salah satu peneliti postdoctoral LBM Eijkman di bidang evolusi dan genetika populasi, mengatakan 3 sampel itu, secara evolusi, semua transmisinya berasal dari China.
Kemudian virus dari China ini bermigrasi. Sepanjang migrasi dan penularannya dari satu host ke host lainnya, virus-virus ini juga berevolusi.
Sama seperti manusia, virus ini terus berevolusi. Tapi bedanya, virus berevolusi jauh lebih cepat dibanding manusia.
(Sah, Sumber: Facebook Eijkman Institute)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya