Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Penanganan Pasien Covid-19 (Koran NTB)
Dream - Seorang istri anggota DPRD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat dinyatakan positif tertular Covid-19.
Tetapi, pasien berinisial RK, 35 tahun, menolak untuk diisolasi. Parahnya lagi, RK malah menginap di salah satu hotel di Kota Mataram.
Walikota Mataram Ahyar Abduh, mengatakan pasien itu kabur. Dia membawa anak serta empat orang lainnya ke hotel untuk menginap bersama.
" Ini kan dia kabur ke hotel. Bawa anak dan empat orang juga. Kita harus lakukan tracing ke hotel itu,” ujar Ahyar, dikutip dari Koran NTB.
Ahyar lalu memerintahkan seluruh karyawan hotel tempat RK menginap untuk menjalani rapid test. Itu untuk memastikan orang lain tidak ikut terpapar Corona.
" Kan bingung kita. Sekarang malah kabur ke hotel. Kalau pihak hotel tahu dia positif Covid-19, kemungkinan tidak akan dikasih ke sana," ujar dia.
Selain itu, Ahyar juga menginstruksikan dilakukan kontak tracking terhadap semua orang yang telah berinteraksi dengan pasien positif tersebut.
Suami RK merupakan anggota DPRD Kota Mataram berinisial MHT, 52 tahun. Suaminya terlebih dahulu dinyatakan positif Covid-19 setelah bepergian ke Gowa, Sulawesi Selatan.
MHT sebelumnya menjalani test swa di Rumah Sakit Universitas Mataram pada 22 April 2020 dengan hasil positif Covid-19. Tetapi karena ragu, dia berinisiatif memeriksa diri kembali di Bali.
Pada 24 April 2020 hasil test swab di Bali kembali menyatakan dia positif tertular virus corona. Kemudian pada 27 April hasil swab negatif.
Dia harus dirawat untuk memastikan hasil swab berikut juga negatif, sebelum dinyatakan sembuh total.
Dream - Ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajeckshah, Ori Kurniawan, kembali terinfeksi virus corona. Padahal Ori sebelumnya sudah dinyatakan sembuh total.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut menduga kasus tersebut sebagai reaktivasi dan reinfeksi.
" Kemungkinan reaktivasi dan reinfeksi," kata Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Aris Yudhariansyah, dikutip dari Liputan6.com.
Sebelumnya Ori dinyatakan sembuh pada 6 April 2020 lalu. Ori diketahui belum kembali bekerja di Kantor Gubernur Sumut.
Pria 25 tahun ini sempat kembali ke kampung halamannya di Bireun, Provinsi Aceh. Pihak Dinas Kesehatan setempat tengah melakukan penyelidikan epidemologi terhadap orang yang melakukan kontak dengan Ori.
Diungkapkan Aris, saat ini Ori sudah diisolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 Provinsi Sumut, Rumah Sakit Martha Friska Multatuli. Ori juga dinyatakan menjadi kasus pertama kembali positif Covid-19 setelah sembuh.
" Sudah dirawat di Rumah Sakit Martha Friska," ujar Aris.
Ori merupakan pasien kedua di Sumut yang sembuh dari Covid-19. Sebelum dinyatakan positif Covid-19, dia bepergian ke Jakarta bersama Wagub Sumut selama tiga hari dan sempat mengunjungi pusat keramaian, salah satunya mal.
Sumber: Liputan6.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya