Luhut: Kita Sudah Masuk Skenario Terburuk, Antisipasi 100 Ribu Kasus Sehari

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 15 Juli 2021 12:48
Luhut: Kita Sudah Masuk Skenario Terburuk, Antisipasi 100 Ribu Kasus Sehari
Data terkini penambahan kasus Covid-19 harian sudah berada di level 54.517. Angka ini merupakan yang tertinggi selama terjadinya pandemi.

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menjelaskan Pemerintah saat ini menjalankan skenario terburuk dalam penanganan Covid-19. Ini menyusul terjadinya penambahan kasus yang sudah melampaui level 50 ribu dalam sehari

" Kami sudah masuk pada worst case scenario (skenario terburuk) yang sudah kami duga, kita akan naik di atas," ujar Luhut dalam konferensi pers, disiarkan kanal Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Luhut mengatakan data terkini penambahan kasus Covid-19 harian sudah berada di level 54.517. Angka ini merupakan yang tertinggi selama terjadinya pandemi.

" Kita berharap jangan lebih dari 60 ribu karena itu nanti mesti ada perkiraan lain lagi," kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Langkah Antisipasi Pemerintah

Untuk mengantisipasi semakin meningginya kasus harian, sejumlah langkah telah disiapkan Pemerintah. Seperti meningkatkan capaian vaksinasi harian.

" Indonesia telah mengamankan stok vaksin sebesar 480,7 juta. Jadi kita basically nggak ada masalah," kata Luhut.

Luhut mengakui capaian vaksinasi harian masih fluktuatif. Terkadang jumlah dosis yang sudah disuntikkan bisa di atas target 1 juta per hari namun juga bisa di bawahnya.

" Jadi kita masih ingin supaya bisa 31 juta disuntikkan," kata dia.

 

2 dari 4 halaman

Siapkan Skenario 100 Ribu Kasus Sehari

Selain itu, Pemerintah juga menambah jumlah tempat tidur di sejumlah rumah sakit. Termasuk pula mendirikan rumah sakit darurat serta penyiapan fasilitas isolasi terpusat dengan memanfaatkan gedung milik institusi pemerintahan dan negara.

Tak hanya itu, jumlah tenaga kesehatan terus ditambah. Baik itu perawat maupun dokter.

Lebih lanjut, Luhut menyatakan Pemerintah cukup siap menghadapi lonjakan kasus tinggi mencapai 60 ribu dalam sehari. Skenario yang disiapkan pemerintah masih cukup baik dalam mengatasi lonjakan.

" Kita tidak berharap, mungkin sampai ke 100 ribu, tapi itupun kami sudah rancang sekarang kalaupun sampai terjadi ke sana," kata Luhut.

3 dari 4 halaman

Luhut Minta Jam Kerja Buruh Diubah, hanya 15 Hari Sebulan

Dream - Luhut Binsar Pandjaitan meminta jam kerja para buruh atau pekerja diperketat. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu mengusulkan kepada Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah, untuk menerapkan mekanisme sehari kerja sehari di rumah.

" Kalau seharusnya dia bekerja sebulan 30 hari, ini jadi 15 hari. Jadi sehari di rumah, sehari di tempat kerja. Ini juga pada prinsipnya untuk menghindari para pekerja/buruh tersebut 'dirumahkan'," ungkap Luhut dalam rapat koordinasi virtual, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 14 Juli 2021.

Namun Luhut mengingatkan Menaker agar membuat aturan yang jelas agar agar perusahaan tidak menafsirkan work from home (bekerja dari rumah) tanpa upah bagi pekerja atau buruh.

" WFH dan dirumahkan harap bikin saja dengan jelas, sehingga nanti bisa diterjemahkan melalui peraturan menteri atau surat edaran instruksi dari Mendagri. Jadi tidak ada penafsiran macam-macam," tegasnya.

4 dari 4 halaman

Agar lebih mengoptimalkan pencegahan penularan Covid-19, Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali itu mengusulkan agar jam makan siang bagi 50 persen pekerja atau buruh yang masuk bekerja diatur agar tidak bersamaan.

" Jadi jangan sampai mereka itu makan siang bersama-sama, menimbulkan kerumunan. Intinya jam makan diperhatikan, jangan sampai bertemu makan bareng. Saya serahkan ini ke Menaker Ida," tegas Luhut.

Sebelumnya, Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh gubernur untuk mengimbau pengusaha atau pemimpin perusahaan agar mengoptimalkan pelaksanaan SE Nomor M/7/AS.02.02/V/2020.

" Tidak kalah penting tentang rencana keberlangsungan usaha dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan protokol pencegahan penularan Covid-19 di perusahaan. Juga agar mematuhi PPKM Darurat," kata Ida.

Pengusaha atau pimpinan perusahaan, kata Ida, juga diimbau agar memberikan kesempatan atau memfasilitasi pekerja atau buruh untuk mengikuti vaksinasi, juga mengupayakan penyediaan masker, perlengkapan kesehatan secara rutin bagi pekerja/buruh serta mengoptimalkan sarana layanan kesehatan di perusahaan bila sudah ada.

" Bahkan kami juga sampaikan ke perusahaan-perusahaan jika memungkinkan untuk memberikan sarana isolasi mandiri jika ada pekerjanya yang terpapar Covid," tutur Ida.

Beri Komentar