Menangis Akhirnya Bisa Nikah Setelah 7 Kali Cuma Jadi Pengiring Pengantin

Reporter : Sugiono
Kamis, 7 November 2019 09:01
Menangis Akhirnya Bisa Nikah Setelah 7 Kali Cuma Jadi Pengiring Pengantin
Pria ini begitu terharunya akhirnya bisa menikah setelah tujuh kali hanya jadi pengiring mempelai pria.

Dream - Siapa pun pasti akan merasa sangat bahagia jika bisa menikah. Di momen spesial ini, umumnya mempelai wanita akan meneteskan air mata karena dia akan meninggalkan kehidupannya bersama keluarganya. 

Namun pernikahan di Tiongkok ini berbeda. Bukannya mempelai wanita, kali ini pengantin pria yang tak bisa menahan air mata menetes di pipinya.

Pengantin pria itu berusia 30 tahun ini. Dia menangis karena bisa mewujudkan impiannya setelah tujuh kali hanya menjadi pengiring mempelai pria saat teman-temannya menikah.

Dalam sebuah video viral yang beredar di Weibo pada Selasa, 29 Oktober 2019, pria dari Kota Fuyang, Provinsi Anhui, itu terlihat menangis seperti anak kecil di hari pernikahannya.

" Aku akhirnya menikah. Kalian tahu? Sangat sulit bagiku untuk menikah," kata mempelai pria yang tak disebutkan namanya itu.

1 dari 3 halaman

Tujuh Kali Jadi Pengiring Pengantin

Pria itu kemudian menceritakan kisahnya yang tujuh kali jadi pengiring mempelai pria tapi tidak pernah merasakan menikah.

" Aku menjadi pengiring pengantin pria sebanyak tujuh kali. Setiap kali mereka (teman-teman) menikah, aku selalu menggoda mereka habis-habisan.

" Sekarang aku menikah dan mereka membalasku. Tapi aku tidak masalah dengan itu," katanya dengan tangis penuh haru.

Saat memberikan sambutan penuh emosional itu, tamu yang hadir hanya tertawa mendengar pengakuannya.

Pria itu bahkan berterima kasih kepada teman-temannya karena telah membalas aksi perpeloncoan yang selalu dia lakukan pada mereka.

" Aku sangat senang dan menikmati perpeloncoan yang kalian lakukan," kata pria tersebut.

2 dari 3 halaman

Memuji Kebaikan Ibu Mertua

Dia merasa bersyukur acara pernikahannya berjalan dengan baik dan lancar. Pria itu mengatakan bahwa dia sangat mencintai istrinya dan akan memperlakukannya dengan sangat baik.

Dia juga memuji mertuanya yang pintar memasak untuk acara pernikahannya itu. Menurutnya, masakan ibu mertua tidak kalah dari restoran yang sering dia kunjungi saat merayakan Tahun Baru Imlek.

Tidak hanya itu, laki-laki itu mengatakan bahwa ibu mertuanya sangat baik. Saat dia harus lembur hingga tengah malam, ibu mertuanya bangun untuk membuatkan mie untuknya.

" Beliau mengirimkannya ke rumah. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 11 malam," katanya.

3 dari 3 halaman

Berharap Bisa Hidup Bahagia

Rupanya, pengantin pria itu sadar telah panjang lebar memberikan sambutan sehingga tidak memberi kesempatan istrinya untuk bicara.

Dia pun menoleh ke pengantin wanita dan bertanya, " Istri, apakah kamu ingin menyampaikan beberapa patah kata? Aku sudah banyak berbicara selama ini," katanya.

Pengantin perempuannya menjawab bahwa dia akan selalu menantikan sang suami di rumah setelah pulang kerja.

" Aku hanya ingin bilang tidak peduli seberapa lelah, letih atau kesal kamu di luar sana, aku akan selalu menunggumu di rumah," kata pengantin wanita.

Selama pria itu menceritakan kisahnya sambil menangis, sang istri mengusap air matanya dengan mesra.

Seorang tamu mengatakan, setiap kali pria itu menangis, para tamu justru bersorak dan tertawa melihatnya.

(Sumber: AsiaOne)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara